“Kelihatannya sederhana, tapi sangat mendasar. Makanya, program ini harus kita sukseskan,” tegasnya.
Secara konsep, Sekolah Rakyat dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan yang holistik. Pemberdayaan keluarga berjalan beriringan dengan pendidikan anak. Rumah tangga dibantu secara komprehensif, mulai dari keikutsertaan dalam koperasi, bantuan sosial rutin, hingga jaminan kesehatan dan asupan gizi.
Saat ini, sudah lebih dari 15 ribu siswa yang aktif belajar di 166 titik rintisan yang tersebar di berbagai daerah. Proses pembelajarannya didukung penuh teknologi digital. Setiap siswa mendapat laptop, dan kelasnya menggunakan papan tulis digital interaktif.
Yang menarik, kurikulumnya tidak hanya mengejar nilai akademik semata. Pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan punya porsi yang sama pentingnya. Bahkan, proses penerimaan siswanya tidak melalui tes akademik konvensional, melainkan pemetaan potensi untuk menemukan talenta unik setiap anak.
Keberlanjutan setelah lulus juga sudah dipikirkan. Pemerintah menyiapkan jalur beasiswa untuk pendidikan tinggi dan membuka akses ke dunia kerja melalui berbagai kerja sama.
Sasaran program ini sangat spesifik: anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2. Tanpa seleksi akademik, mereka langsung diterima.
Target ke depannya cukup ambisius. Selain 166 titik yang sudah berjalan, pembukaan titik rintisan baru terus digenjot untuk mencapai 500 titik pada 2029. Paralel dengan itu, pembangunan sekolah permanen juga sudah dimulai di 104 lokasi, dengan target 200 titik di tahun 2007 mendatang. Sekolah permanen ini nantinya bisa menampung hingga seribu siswa per unit, sehingga target akhir menampung 500 ribu siswa pun bisa tercapai.
Acara peresmian di Banjarbaru nanti rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo beserta jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan sejumlah kepala daerah. Selain seremoni, acara ini juga akan menjadi panggung bagi siswa untuk memamerkan bakat mereka. Mulai dari atraksi baris-berbaris, pertunjukan teater, paduan suara, hingga pidato dalam berbagai bahasa asing.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Pidie Aceh Pagi Ini
Jakarta Diguyur Hujan Sepanjang Hari, Waspada Petir Mengancam
ASEAN Buka Pintu untuk Mata Uang BRICS, Dominasi Dolar Mulai Tergoyang?
Ketika Musibah Datang, Inilah Kunci Menghadapinya Menurut Al-Quran dan Hadits