Rabu lalu (25/2), sejumlah awak media diajak melihat dari dekat kesibukan di Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma, Jakarta. Di balik pagar terminal bahan bakar penerbangan milik Pertamina ini, ritme kerjanya terasa padat namun tertib. Ini bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan garda terdepan untuk memastikan setiap liter avtur yang masuk ke tangki pesawat terbang dalam kondisi sempurna.
Kepercayaan konsumen mulai dari TNI AU, maskapai komersial, hingga pesawat charter tentu tidak datang begitu saja. Menurut Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, kunci utamanya ada pada komitmen dan keterbukaan. Kunjungan media itu sendiri bagian dari upaya itu, terutama untuk menjelaskan kesiapan pasokan energi jelang momen libur Idulfitri nanti.
Nah, soal kualitas, Pertamina punya sistem pengawasan berlapis. Arya menegaskan, seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan secara ketat, mengikuti standar yang berlaku. Prosesnya dimulai dari kilang, lalu penerimaan di AFT, selama penyimpanan, hingga sesaat sebelum avtur diisikan ke pesawat. Standar internasional jadi acuan, semua demi menjaga kualitas tetap prima.
Lantas, seperti apa uji kualitas yang dimaksud? Irine Yuliana, Manager Aviation Fuel Terminal, membeberkan tahapannya. Pertama, Visual Appearance Check. Di sini, avtur diperiksa secara visual untuk mendeteksi partikel padat atau air yang tersuspensi disebut juga Clear & Bright Test. Tak cuma mata telanjang, mereka pakai alat bernama Chemical Water Detector (CWD) untuk memastikan tidak ada kandungan air sama sekali.
Artikel Terkait
Calvin Verdonk Cetak Sejarah, Jadi Pemain Indonesia Pertama ke 16 Besar Liga Europa
Sidang Maraton 12 Jam, 9 Eks Petinggi Pertamina dan Mitra Divonis 9-15 Tahun Penjara
Prabowo dan Presiden UEA Bahas Peningkatan Investasi dalam Pertemuan Bilateral
Pengadilan Vonis 15 Tahun Penjara untuk Anak Riza Chalid atas Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun