Pertamina Pastikan Stok dan Kualitas Avtur Aman Jelang Idulfitri

- Jumat, 27 Februari 2026 | 04:45 WIB
Pertamina Pastikan Stok dan Kualitas Avtur Aman Jelang Idulfitri

Rabu lalu (25/2), sejumlah awak media diajak melihat dari dekat kesibukan di Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma, Jakarta. Di balik pagar terminal bahan bakar penerbangan milik Pertamina ini, ritme kerjanya terasa padat namun tertib. Ini bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan garda terdepan untuk memastikan setiap liter avtur yang masuk ke tangki pesawat terbang dalam kondisi sempurna.

Kepercayaan konsumen mulai dari TNI AU, maskapai komersial, hingga pesawat charter tentu tidak datang begitu saja. Menurut Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, kunci utamanya ada pada komitmen dan keterbukaan. Kunjungan media itu sendiri bagian dari upaya itu, terutama untuk menjelaskan kesiapan pasokan energi jelang momen libur Idulfitri nanti.

“Soal keamanan pasokan selama Ramadan dan Idulfitri, kami sudah pastikan stok avtur dalam posisi aman. Bahkan, sebelum Satgas Ramadan dan Idulfitri bergulir, kami sudah mulai menumpuk stok. Intinya, kami berusaha keras agar semua kebutuhan terpenuhi dengan baik,” jelas Arya.

Nah, soal kualitas, Pertamina punya sistem pengawasan berlapis. Arya menegaskan, seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan secara ketat, mengikuti standar yang berlaku. Prosesnya dimulai dari kilang, lalu penerimaan di AFT, selama penyimpanan, hingga sesaat sebelum avtur diisikan ke pesawat. Standar internasional jadi acuan, semua demi menjaga kualitas tetap prima.

Lantas, seperti apa uji kualitas yang dimaksud? Irine Yuliana, Manager Aviation Fuel Terminal, membeberkan tahapannya. Pertama, Visual Appearance Check. Di sini, avtur diperiksa secara visual untuk mendeteksi partikel padat atau air yang tersuspensi disebut juga Clear & Bright Test. Tak cuma mata telanjang, mereka pakai alat bernama Chemical Water Detector (CWD) untuk memastikan tidak ada kandungan air sama sekali.

Selanjutnya, Control Check. Tahap ini mencakup pemeriksaan densitas untuk mendeteksi kontaminasi dari fraksi lain, serta Membrane Test yang bertugas menangkap kontaminan padat. Intinya, di tahap ini mereka menyelidiki lebih dalam apakah ada benda asing yang mencemari produk.

“Terakhir, kami uji conductivity-nya. Ini untuk memastikan bahan bakar mudah menghantarkan listrik, sesuai spesifikasi teknis,” tambah Irine. “Semua quality control kami lakukan dengan sangat ketat. Itu komitmen kami kepada konsumen.”

Di sisi lain, Yosep Iswadi, VP Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, memberikan gambaran lebih luas. AFT Halim, katanya, adalah salah satu dari 75 Aviation Fuel Terminal yang dikelola Pertamina secara nasional.

“Halim ini terbesar kedua di Jawa Bagian Barat, dan peringkat keenam secara nasional. Yang menarik, selain melayani penerbangan komersial, kami juga menangani kebutuhan khusus seperti untuk TNI AU dan penerbangan VVIP. Porsi layanan khusus ini bahkan lebih dari 30 persen,” papar Yosep.

Fasilitas di Halim sendiri cukup mengesankan. Ada empat tangki penyimpanan dengan kapasitas maksimal 8 ribu kilo liter, ditambah tujuh mobil refueler yang siap melayani maskapai di Bandara Halim Perdanakusuma. Operasionalnya dirancang untuk memastikan pasokan lancar, kapan pun dibutuhkan.

Sebagai catatan penutup, Pertamina juga menegaskan komitmennya pada agenda yang lebih besar. Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi, mereka mendukung penuh target Net Zero Emission 2060. Berbagai program yang berdampak pada Sustainable Development Goals (SDGs) terus didorong. Semua upaya ini sejalan dengan transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola baik, pelayanan publik, serta keberlanjutan usaha dan lingkungan dengan prinsip-prinsip ESG yang diterapkan di semua lini bisnis.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar