Ukraina Sebut Serangan Udara Terbaru Rusia Bukti Putin Kehabisan Opsi Militer

- Selasa, 02 Juni 2026 | 17:35 WIB
Ukraina Sebut Serangan Udara Terbaru Rusia Bukti Putin Kehabisan Opsi Militer
Pemerintah Ukraina menyebut gelombang serangan udara terbaru Rusia sebagai bukti bahwa Presiden Vladimir Putin kehabisan pilihan militer dalam invasi yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menegaskan bahwa Moskow telah kalah di medan pertempuran dan hanya mengandalkan aksi teror sebagai senjata terakhir. “Putin merupakan seorang penjahat perang dan pecundang yang tidak memiliki kartu lain, selain teror,” ujar Sybiga. “Moskow kalah di medan perang. Tidak ada jumlah rudal yang dapat mengubah ini,” tegasnya. Pernyataan tersebut muncul setelah Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia mengerahkan 656 drone dan 73 rudal dalam serangan besar-besaran terhadap wilayah Ukraina. Serangan itu disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir, termasuk penggunaan rudal hipersonik Zircon yang dikenal sulit ditembak jatuh. Kyiv mengklaim bahwa sebanyak 602 drone dan 40 rudal berhasil ditembak jatuh atau dinetralisir oleh pasukan pertahanan udara Ukraina. Juru bicara Angkatan Udara Ukraina menambahkan bahwa gelombang serangan tersebut melibatkan delapan rudal hipersonik Zircon, yang kemungkinan merupakan jumlah terbesar yang pernah dikerahkan Rusia selama perang berkecamuk. Rudal hipersonik Zircon, menurut klaim Moskow, memiliki jangkauan hingga 1.000 kilometer dan mampu melesat dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara. Meskipun demikian, Ukraina tetap optimistis bahwa superioritas teknologi tidak akan mengubah hasil akhir konflik yang telah menelan banyak korban jiwa di kedua sisi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini