Mendag Targetkan Transaksi TEI 2026 Capai USD 17,5 Miliar

- Jumat, 27 Februari 2026 | 04:40 WIB
Mendag Targetkan Transaksi TEI 2026 Capai USD 17,5 Miliar

Trade Expo Indonesia (TEI) bakal digelar lagi tahun ini. Menurut rencana, pameran dagang internasional terbesar di tanah air itu akan berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 14 hingga 18 Oktober 2026. Nah, dalam peluncurannya Kamis lalu, Menteri Perdagangan Budi Santoso sudah menancapkan target yang ambisius.

Beliau mengumumkan target transaksi untuk TEI ke-41 ini sebesar USD 17,5 miliar. Angka itu naik dari target tahun lalu yang 'cuma' USD 16,5 miliar. Tapi optimisme Mendag punya dasar. Soalnya, tahun 2025 kemarin, realisasinya malah melonjak jauh hingga mencapai USD 22,83 miliar. "Alhamdulillah terealisasi melebihi target. Kami optimistis tahun ini bisa terlampaui lagi dengan persiapan yang lebih komprehensif," ujar Budi Santoso.

Lantas, strategi apa yang disiapkan? Kementerian Perdagangan nggak mau lagi mengandalkan momentum lima hari pameran saja. Mereka merancang tiga tahapan terintegrasi yang dimulai jauh hari sebelumnya.

Pertama, penjajakan bisnis atau business matching secara daring lewat perwakilan dagang RI di luar negeri. "Jadi, ketika buyer datang ke TEI 2026, prosesnya tinggal finalisasi dan transaksi. Bahkan, transaksi bisa terjadi sebelum pameran dibuka," jelas Mendag. Setelah pameran usai, tahap ketiga adalah monitoring dan pengawalan kontrak dagang, memastikan janji jadi kenyataan.

Dia pun mengajak semua pelaku usaha, asosiasi, dan pemangku kepentingan untuk ambil bagian. Momen ini disebutnya peluang emas buat memperluas pasar ekspor.

Nah, buat pengunjung, TEI 2026 bakal menampilkan lima sektor andalan. Mulai dari makanan dan produk pertanian, manufaktur, sampai fesyen dan furnitur. Sepuluh aula di ICE BSD akan ditata dengan zonasi khusus agar business matching berjalan efektif.

Di sisi lain, respons dari pelaku usaha pun cukup positif. Ambil contoh Aprindo, asosiasi retailer ternama.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar