Polri Kerahkan 161 Ribu Personel untuk Antisipasi 144 Juta Pemudik Lebaran 2026

- Rabu, 11 Maret 2026 | 19:16 WIB
Polri Kerahkan 161 Ribu Personel untuk Antisipasi 144 Juta Pemudik Lebaran 2026

Angkanya sungguh luar biasa: sedikitnya 143,9 juta orang diprediksi akan membanjiri jalanan untuk mudik Lebaran 2026. Bayangkan saja, itu setara dengan lebih dari separuh penduduk Indonesia bergerak hampir bersamaan. Menyikapi gelombang manusia yang masif ini, Polri tak tinggal diam. Mereka menggelar Operasi Ketupat 2026 dengan melibatkan 161 ribu personel gabungan dari berbagai instansi.

Strateginya pun dirancang matang. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan, rekayasa lalu lintas nantinya akan dijalankan berdasarkan perhitungan matematis. Data traffic counting real-time jadi acuan utama.

"Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan melalui mekanisme koordinasi lintas sektoral yang sangat ketat. Kami akan menerapkan rekayasa lalu lintas di jalur tol maupun arteri dengan indikator yang terukur," kata Dedi.

Konferensi pers itu digelar di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Yang penting, kata Dedi, setiap kebijakan tak akan tiba-tiba. Masyarakat akan diberi tahu.

"Setiap kebijakan akan kami sosialisasikan kepada publik paling lambat dua jam sebelum eksekusi agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan perjalanan mereka," ujarnya.

Di sisi lain, persiapan juga dilakukan dengan membuka jalur-jalur khusus. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut ada 10 ruas tol fungsional yang disiagakan di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Tujuannya jelas: memecah kemacetan di titik-titik jenuh.

"Selain itu, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tarif tol hingga 30% dan diskon tiket transportasi umum untuk mendorong distribusi pemudik agar tidak menumpuk di waktu puncak," ungkap AHY.

Namun begitu, fokus operasi ini bukan cuma soal lancar-lancarnya saja. Aspek keselamatan jadi prioritas utama. Untuk itu, disiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, hingga Pos Terpadu. Fasilitas pendukung seperti kesehatan darurat dan bengkel siaga juga disiapkan di titik-titik strategis.

Pesan pemerintah jelas: pastikan kondisi fisik dan kendaraan benar-benar prima sebelum memulai perjalanan panjang. Sinergi antar kementerian dan lembaga ini diharap bisa mewujudkan mudik yang aman dan nyaman bagi semua.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar