Namun begitu, pihak Amerika punya narasi yang sama sekali berbeda. Dubes AS untuk PBB, Mike Waltz, balik menuding rezim Iran sebagai biang kerok kekacauan global. Rezim itu, katanya, telah membunuh pasukan AS, mengancam sekutu, dan membahayakan jalur pelayaran internasional yang vital.
Dukungan Iran terhadap kelompok proksi, menurut Waltz, sudah terlalu lama menyebarkan pertumpahan darah di Timur Tengah. Ditambah lagi dengan program rudal dan ambisi nuklirnya yang terus berjalan meski ada peluang diplomasi, semua ini menciptakan ancaman yang makin serius.
"Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir. Prinsip itu bukan masalah politik. Itu adalah masalah keamanan global, dan untuk tujuan itu, Amerika Serikat mengambil tindakan yang sah," tegas Waltz.
Pertemuan darurat itu pun berakhir tanpa titik terang yang jelas. Dua kubu tetap berseberangan, saling menyalahkan, sementara dunia menahan napas menunggu perkembangan berikutnya di wilayah yang sudah penuh dengan luka ini.
Artikel Terkait
Media Iran Konfirmasi Kematian Ayatollah Khamenei dalam Serangan AS-Israel
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Global Konflik Iran-Israel ke Harga Pangan Jakarta
Iran Serang Aset Militer AS di Teluk Arab, Klaim Balas Serangan AS-Israel
Trump Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS-Israel, Ancam Lanjutkan Operasi Militer