JAKARTA Situasi di Timur Tengah kembali memanas. Menanggapi serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran, Dewan Keamanan PBB pun mengadakan rapat darurat, Minggu (1/3/2026). Rapat itu menghasilkan kutipan keras terhadap aksi militer AS-Israel, sekaligus serangan balasan yang dilancarkan Teheran.
Sekjen PBB Antonio Guterres tak main-main dengan peringatannya. Menurutnya, langkah-langkah militer ini benar-benar mengancam perdamaian dunia. "Tindakan militer membawa risiko memicu serangkaian peristiwa yang tidak dapat dikendalikan siapa pun di wilayah paling bergejolak di dunia," tegas Guterres, seperti dilaporkan Al Jazeera. Intinya, situasi bisa meledak kapan saja.
Di ruang sidang, amarah Iran jelas terlihat. Dubes mereka untuk PBB, Amir-Saeid Iravani, menyebut serangan AS dan Israel itu ilegal. Tidak punya dasar hukum sama sekali. Dia menyoroti penargetan yang disengaja terhadap fasilitas sipil.
Iravani kemudian menyebut satu insiden yang memilukan: serangan terhadap sebuah sekolah dasar putri di Minab.
"Ini bukan hanya tindakan agresi, ini adalah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," katanya dengan nada berat. Lebih dari seratus anak dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.
Artikel Terkait
Media Iran Konfirmasi Kematian Ayatollah Khamenei dalam Serangan AS-Israel
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Global Konflik Iran-Israel ke Harga Pangan Jakarta
Iran Serang Aset Militer AS di Teluk Arab, Klaim Balas Serangan AS-Israel
Trump Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS-Israel, Ancam Lanjutkan Operasi Militer