Melalui unggahan di akun media sosialnya, Donald Trump membuat pernyataan yang mengguncang. Mantan Presiden AS itu mengklaim bahwa Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, tewas. Menurut Trump, kematian ini adalah hasil dari serangan gabungan AS dan Israel yang dilancarkan di Teheran.
"Ini keadilan," tulis Trump, menyebut bahwa keadilan itu bukan hanya untuk rakyat Iran, tapi juga untuk warga Amerika dan banyak orang di seluruh dunia. Dia juga menegaskan bahwa operasi pemboman akan terus berlanjut tanpa jeda.
Narasi yang dibangun Trump terasa sangat personal dan penuh muatan politis. Dalam postingan panjang di platform Truth Social, dia menyebut Khamenei sebagai "salah satu orang paling jahat dalam sejarah."
Trump kemudian mengajak angkatan bersenjata Iran, termasuk IRGC dan kepolisian, untuk membelot. Dia menjanjikan kekebalan bagi yang menyerah, sekaligus mengancam kematian bagi yang bertahan. "Sekarang mereka bisa mendapatkan kekebalan, nanti mereka hanya akan mendapatkan kematian!" ancamnya, mengutip perkataannya sebelumnya.
Artikel Terkait
Media Iran Konfirmasi Kematian Ayatollah Khamenei dalam Serangan AS-Israel
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Global Konflik Iran-Israel ke Harga Pangan Jakarta
Iran Serang Aset Militer AS di Teluk Arab, Klaim Balas Serangan AS-Israel
Ekspor Minyak Sawit Indonesia 2025: Volume Naik 9,5%, Nilai Melonjak 29,2%