Sabtu kemarin, di tengah suasana Safari Ramadan di Pondok Pesantren Al Hamid, Cipayung, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan kekhawatirannya yang mendalam. Dunia, menurutnya, sedang tidak baik-baik saja. Ini menyusul serangan Israel ke Iran yang baru saja terjadi, dengan Amerika terlibat dan Iran yang sudah membalas.
“Pasti kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja,” ujar Pram, suaranya serius.
Konflik yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran ini bukan cuma urusan Timur Tengah. Dampaknya akan terasa secara global, dan Indonesia khususnya Jakarta tidak akan kebal dari imbasnya. Pram meminta warga untuk berhati-hati dan waspada.
“Kita akan berkomunikasi terus untuk menjaga Jakarta dengan baik,” tuturnya. “Bagaimanapun, perang itu pasti akan memberikan dampak, baik langsung maupun tidak langsung.”
Dampak tidak langsung yang paling dikhawatirkan? Naiknya harga-harga kebutuhan. Kenapa? Konflik ini berkobar di titik-titik vital lalu lintas perdagangan dunia.
“Apalagi ini kan, salah satu yang menjadi kekhawatiran perangnya itu di jalur transportasi dunia, termasuk Selat Hormuz dan sebagainya,” jelas Pram. Logikanya sederhana: kalau ada gangguan di sana, rantai pasok global bisa kacau. Otomatis, harga-harga berpotensi melambung tinggi.
Menyikapi situasi yang belum menentu ini, Pram tak hanya akan memantau perkembangan. Dia berencana menjalin komunikasi intens dengan berbagai pihak untuk memitigasi risiko. Namun, dia menekankan bahwa tanggung jawab ini bukan cuma di pundak pemerintah.
“Mari kita semua menjaga Jakarta bersama-sama karena ini menjadi tugas kita bersama,” ajaknya, menutup pernyataan.
Nuansa Ramadan di pesantren itu pun diselingi pesan tentang gejolak dunia yang terasa makin dekat. Ancaman itu nyata, dan kewaspadaan kolektif jadi kunci.
Artikel Terkait
Bapanas Pantau Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan di Banten Pasca-Lebaran
Menteri ESDM: Indonesia Kejar Pasokan Minyak Mentah dari Rusia untuk Tutupi Defisit Energi
Kemenperin Antisipasi Gangguan Rantai Pasok Petrokimia Akibat Gejolak Selat Hormuz
Kementerian Kehutanan Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Cegah Karhutla