Berita mengejutkan datang dari Teheran. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikabarkan tewas akibat serangan yang ditudingkan kepada AS dan Israel. Figur yang selama puluhan tahun menjadi poros kekuasaan di Republik Islam itu, kini disebut-sebut telah gugur.
Sebelumnya, dari berbagai laporan, diketahui Khamenei lahir di Mashhad, kota suci, pada 19 April 1939. Ia adalah anak kedua dari seorang ulama bernama Sayyed Javad Khamenei. Ayahnya dikenal sederhana dan miskin, dan nilai-nilai hidup bersahaja itu ditanamkannya sejak dini dalam keluarga.
Pendidikan awalnya dimulai di maktab, sekolah tradisional kala itu, untuk belajar membaca Al-Qur'an. Setelah itu, langkahnya berlanjut ke sekolah Islam. Namun, minatnya yang mendalam pada ilmu agama membawanya ke seminari teologi di Mashhad. Di sanalah benih-benih pemikirannya mulai tumbuh.
Di sekolah agama Soleiman Khan dan Nawwab, pemuda Ali Khamenei mendalami logika, filsafat, dan tentu saja yurisprudensi Islam. Proses belajarnya tak lepas dari bimbingan ayahnya sendiri serta sejumlah ulama besar yang membentuk pandangannya.
Artikel Terkait
Trump Klaim Jalan Diplomasi Terbuka Pasca-Serangan yang Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran
Dino Patti Djalal Peringatkan Risiko Pelebaran Konflik AS-Iran
CFD Margonda Depok Lebih Sepi dan Fokus Olahraga Saat Ramadan
Persik Kediri Hadapi Persis Solo Tanpa Bek Andalan Kiko Carneiro