Anggaran Pemprov DKI Jakarta dinilai belum cukup efektif untuk menekan jumlah pengangguran di Ibu Kota. Kekhawatiran ini disampaikan langsung oleh Ketua DPRD DKI, Khoirudin. Menurutnya, situasi ini tidak bisa dianggap remeh.
“Pengangguran di kita sudah mengarah pada kriminalitas,” ujar Khoirudin, Rabu (25/2/2026).
Dia menjelaskan, angka pengangguran yang sudah mencapai lebih dari enam persen itu melampaui batas toleransi. Bahkan, angkanya disebut sudah dua kali lipat dari kondisi normal. Khoirudin merasa, alokasi dana yang ada saat ini belum benar-benar menyentuh akar persoalan.
“Dan saya melihat anggaran kita belum berpihak kepada pemecahan masalah pengangguran,” tambahnya.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran berimbas pada hal-hal yang seharusnya sederhana. Misalnya, kuota untuk pelatihan kerja yang tersedia bagi masyarakat ternyata sangat terbatas. Khoirudin mengaku sedih menyaksikan hal ini.
“Ya, anggarannya jangan sampai masyarakat yang mau ikut pelatihan tidak bisa dilatih karena enggak ada anggaran, gitu,” kata dia.
Artikel Terkait
Auditor BPKP Ungkap Kerugian Negara Rp1,5 Triliun dari Pengadaan Chromebook
Pemerintah Coret 11.014 Penerima Bansos karena Tidak Tepat Sasaran
Gus Ipul: Wacana Penebalan Bansos 2026 Masih Tahap Pembahasan, Tunggu Keputusan Presiden
AS Pertimbangkan Serangan Terbatas atau Blokade Maritim ke Iran