Untuk itu, dia mendesak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) lebih fokus. Keberpihakan anggaran, menurutnya, adalah kunci. Tak hanya itu, dia juga mengajukan sejumlah solusi praktis.
Pertama, dia meminta Dinas Kesehatan menggratiskan layanan medical check-up bagi para calon pekerja. Layanan psikotes yang dimiliki pemda juga bisa dimanfaatkan.
“Ini kan punya Pemda semua, bisa diberikan perintah kepada Dinkes untuk menggratiskan kepada para calon pekerja gitu ya,” paparnya.
Langkah lainnya adalah memanfaatkan fasilitas milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Fasilitas itu bisa dijadikan lokasi pelatihan bagi tenaga kerja baru. Intinya, semua potensi harus digerakkan.
Khoirudin berharap langkah-langkah konkret ini segera ditempuh. Jika dibiarkan, dia khawatir angka kriminalitas akan meroket seiring tingginya jumlah orang yang tak memiliki pekerjaan.
Artikel Terkait
Toyota Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari, Dikejar Warga hingga Rusak
Kejagung Hentikan Perkara Korupsi Alex Noerdin Usai Mantan Gubernur Meninggal Dunia
Prabowo Prihatinkan Situasi Tepi Barat, Khawatirkan Dampaknya terhadap Upaya Perdamaian Gaza
Pengemudi Melawan Arus di Gunung Sahari Dihajar Massa Usai Kabur dari Polisi