Pemerintah Coret 11.014 Penerima Bansos karena Tidak Tepat Sasaran

- Senin, 13 April 2026 | 13:40 WIB
Pemerintah Coret 11.014 Penerima Bansos karena Tidak Tepat Sasaran

Mulai April 2026, pemerintah resmi mencoret 11.014 orang dari daftar penerima bantuan sosial. Penghapusan ini jadi dasar penyaluran bansos untuk triwulan kedua tahun ini. Angka itu bukan asal tebak, lho. Ini hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN versi kedua yang dikerjakan Badan Pusat Statistik.

Menurut BPS, belasan ribu keluarga itu masuk kategori inclusion error. Artinya, data mereka dinilai tidak tepat sasaran. Jumlahnya mungkin terkesan kecil hanya 0,06 persen dari total 18,15 juta keluarga penerima di triwulan pertama. Tapi, bagi yang dicoret, dampaknya tentu tidak kecil.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan hal ini dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (13/4/2026).

"Dari pemutakhiran DTSEN versi kedua ini kami temukan inclusion error sebanyak 11.014 keluarga. Itu hanya 0,06 persen dari penerima bansos triwulan satu. Total penerima triwulan satu kan 18,15 juta keluarga. Inclusion error-nya sekali lagi hanya 11.014,"

Amalia lalu membeberkan detailnya. Di triwulan pertama, ada sekitar 77 ribu keluarga yang belum bisa ditentukan desil ekonominya karena datanya belum lengkap. Nah, kini di triwulan kedua, dari 77.014 keluarga itu, BPS sudah berhasil mengklasifikasikan 27.176 keluarga.

"Kami bisa pastikan, dari yang sebelumnya tidak bisa ditentukan desilnya, ada 25.665 keluarga yang memang berada di desil satu sampai empat. Lalu ada sekitar 1.511 keluarga yang ternyata di desil lima sampai sepuluh,"

Nah, 1.511 keluarga dari kelompok terakhir inilah, ditambah temuan lainnya, yang menyumbang angka 11.014 tadi. Intinya, mereka dianggap sudah tidak memenuhi kriteria lagi.

Amalia menegaskan, pembersihan data ini penting. Tujuannya satu: memastikan bansos benar-benar sampai ke tangan yang paling membutuhkan. Data yang sudah diperbarui ini langsung diserahkan ke Kementerian Sosial untuk jadi acuan penyaluran.

"Data pembaharuan inilah yang kami sampaikan ke Mensos hari ini. Ini akan jadi basis mereka menyalurkan bantuan sosial di triwulan dua,"

Ke depan, DTSEN akan terus diperkuat. Pemutakhiran data akan dilakukan secara berkala setiap triwulan. Harapannya, data sosial ekonomi nasional makin solid dan akurat.

"DTSEN akan semakin rapi, semakin solid. Kami bisa membersihkan data masyarakat yang tadinya menerima bansos, tapi setelah dicermati sebenarnya tidak perlu menerima. Sekitar 11.014 orang itu yang kita sebut sebagai inclusion error,"

Amalia tampak optimis. Dengan evaluasi rutin dari triwulan ke triwulan, kualitas DTSEN diprediksi akan semakin baik. Langkah ini, meski terasa keras bagi yang terdampak, dianggap perlu untuk mempertajam sasaran program bantuan pemerintah.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar