Nah, 1.511 keluarga dari kelompok terakhir inilah, ditambah temuan lainnya, yang menyumbang angka 11.014 tadi. Intinya, mereka dianggap sudah tidak memenuhi kriteria lagi.
Amalia menegaskan, pembersihan data ini penting. Tujuannya satu: memastikan bansos benar-benar sampai ke tangan yang paling membutuhkan. Data yang sudah diperbarui ini langsung diserahkan ke Kementerian Sosial untuk jadi acuan penyaluran.
Ke depan, DTSEN akan terus diperkuat. Pemutakhiran data akan dilakukan secara berkala setiap triwulan. Harapannya, data sosial ekonomi nasional makin solid dan akurat.
Amalia tampak optimis. Dengan evaluasi rutin dari triwulan ke triwulan, kualitas DTSEN diprediksi akan semakin baik. Langkah ini, meski terasa keras bagi yang terdampak, dianggap perlu untuk mempertajam sasaran program bantuan pemerintah.
Artikel Terkait
Putin Sambut Prabowo di Kremlin, Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia
Timnas U-17 Indonesia Bantai Timor Leste 4-0 di Pembuka Piala AFF
Mendagri Tito Soroti Pengawasan Dana Otsus dan Keistimewaan, Sorot DIY Sebagai Model
Ekonom UI Proyeksikan Pertumbuhan Kuartal I 2026 Capai 5,54%, Tapi Peringatkan Pelemahan Daya Beli