IHSG masih melanjutkan tren naiknya. Pada perdagangan terakhir, indeks berhasil menguat 0,56% dan bertengger di level 7.500. Kenaikan ini, rupanya, didorong oleh volume pembelian yang terus menunjukkan kecenderungan meningkat.
Analis dari MNC Sekuritas punya pandangan menarik. Dalam riset harian mereka bertajuk "Daily Scope Wave" edisi 14 April 2026, disebutkan bahwa posisi IHSG saat ini kemungkinan sedang berada di bagian dari wave [iv] dari wave A (label hitam). Atau, bisa juga bagian dari wave B dari wave (2) jika melihat label merah. Analisis teknis yang cukup kompleks, memang.
Namun begitu, kondisi ini membuka peluang bagi indeks untuk terus bergerak naik. Target pengujiannya ada di area 7.592 hingga 7.856. Tapi, jangan terlalu euforia dulu. Investor tetap perlu waspada terhadap potensi koreksi minor yang mengintai di rentang 7.390–7.443. Sebagai acuan, level support IHSG sekarang ada di 7.274 dan 7.184, sementara resistance-nya di 7.585 dan 7.700.
Rekomendasi Saham Pilihan
ARCI – Trading Buy
ARCI sempat terkoreksi tipis 0,32% ke level 1.555. Meski volume pembeliannya mulai menurun, sentimen beli masih mendominasi. Saham ini juga masih bertahan di atas MA20. Selama harga bisa bertahan di atas 1.505 yang jadi level stoploss, posisinya diperkirakan sedang berada di bagian dari wave (v) dari wave [i].
Rekomendasi beli di kisaran 1.520–1.550. Target harga: 1.605 dan 1.670. Stoploss: di bawah 1.505.
DSNG – Trading Buy
Berbeda dengan ARCI, DSNG justru melesat 3,61% ke 1.720. Kenaikan ini didukung volume pembelian yang cukup tinggi. Posisinya diperkirakan sedang berada pada wave [v] dari wave A dari wave (B).
Bisa dipertimbangkan untuk beli di range 1.675–1.715. Targetnya: 1.830 dan 1.885. Jaga stoploss di bawah 1.645.
INET – Buy on Weakness
INET jadi salah satu yang cukup perkasa, melonjak 7,75% ke 306 dengan volume beli yang meningkat. Analis memprediksi saham ini sedang pada bagian dari wave C dari wave (B). Strateginya adalah beli saat melemah.
Tunggu peluang di area 290–304. Target price: 328 dan 348. Stoploss ketat di bawah 274.
JPFA – Buy on Weakness
JPFA menguat 0,77% ke 2.610, juga dengan volume beli yang naik. Posisinya saat ini diduga sebagai bagian dari wave [v] dari wave 1. Sama seperti INET, rekomendasi untuk saham ini adalah buy on weakness.
Rentang beli: 2.530–2.590. Target: 2.680 dan 2.740. Stoploss di bawah 2.500.
Ingat, rekomendasi di atas murni berdasarkan analisis teknikal dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab Anda sepenuhnya. Lakukan riset mandiri.
Artikel Terkait
Prabowo dan KSAD Bahas Capaian TNI AD: 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Tuntas dalam Tiga Bulan
IHSG Melemah Tipis ke 7.621, Tekanan Jual Masih Membayangi
Mentan: Swasembada Pangan Hanya Mungkin dengan Sinergi Pusat-Daerah
PN Jakarta Pusat Tolak Eksepsi Mardiono, Perkara Muktamar PPP Lanjut ke Pemeriksaan Bukti