SUGBK bergemuruh malam itu. Meski harus menelan pil pahit kekalahan 0-3 dari Persija, pelatih Persebaya Bernardo Tavares justru terpukau. Atmosfer yang diciptakan oleh sekitar 39 ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu, baginya, adalah sesuatu yang luar biasa.
Laga pekan ke-27 Super League 2025-2026 ini memang bukan sekadar pertandingan biasa. Deru dan sorak dari tribun penonton menciptakan energi yang jarang ditemui di kompetisi domestik. Gengsi Jakarta versus Surabaya benar-benar hidup.
Bernardo Tavares tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Bagi pelatih asing itu, dukungan sebesar itu punya dampak nyata, bukan hanya untuk pemainnya, tapi juga untuk sepak bola Indonesia secara lebih luas.
"Saya ingin mengatakan bahwa suasana di sini luar biasa untuk bermain. Banyak sekali suporter yang mendukung para pemain,"
ungkap Tavares usai pertandingan.
"Saya pikir ini sangat membantu perkembangan sepak bola di Indonesia,"
tambahnya singkat.
Namun begitu, pujian untuk suporter tak lantas mengubur kenyataan pahit di lapangan hijau. Hasil akhir tetap berbicara: Persija lebih tajam dan efektif. Tavares dengan jujur mengakui kelemahan timnya.
Artikel Terkait
Genoa Menang Dramatis 2-1 Atas Sassuolo dalam Laga Penuh Insiden
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala AFF 2026, Hadapi Thailand
Persebaya Tumbang 0-3 dari Persija, Rachmat Irianto Akui Performa Tim Tak Memuaskan
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Thailand di Final ASEAN Futsal Championship 2026