Beijing tak terima. Pemerintah China dengan tegas membantah laporan-laporan yang menyebut mereka telah atau berencana mengirimkan senjata ke Iran. Mereka menyebut kabar itu sebagai "fitnah tak berdasar". Bantahan ini muncul setelah sejumlah media, mengutip sumber intelijen Amerika Serikat, memberitakan hal serupa.
Menurut sejumlah saksi, situasi ini memanas setelah komentar Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu (12/4). Trump mengancam akan mengenakan tarif baru yang "mengejutkan" sebesar 50 persen kepada Beijing jika mereka benar-benar memberikan bantuan militer kepada Teheran.
Komentar Trump itu sendiri muncul di hari yang sama dengan laporan CNN. Media AS itu, mengutip tiga orang yang mengetahui penilaian intelijen, melaporkan bahwa China sedang bersiap mengirim sistem pertahanan udara baru ke Iran dalam hitungan minggu ke depan.
Tak hanya CNN, media lain seperti The New York Times juga ikut memberitakan. Pada akhir pekan, koran tersebut mengutip pejabat-pejabat AS yang mengatakan intelijen menunjukkan Beijing mungkin telah mengirimkan pengiriman rudal panggul.
Artikel Terkait
Diskusi Publik Soroti Kebebasan Sipil dan Tantangan Demokrasi di Indonesia
Bupati Tulungagung Tersangka KPK, Diduga Pakai Surat Sakti untuk Paksa Pejabat
Papan Pintar IFP Tingkatkan Antusiasme Belajar Siswa di Pati
Jaksa Agung Mutasi 14 Pimpinan Kejaksaan Tinggi, Termasuk Dirtut Jampidsus