Suara ledakan keras mengguncang landasan Bandara LaGuardia, New York, dini hari Minggu itu. Pesawat Air Canada AC8646, yang baru saja mendarat dari Montreal, bertabrakan dengan sebuah truk pemadam kebakaran. Akibatnya, kedua pilot tewas dan puluhan penumpang terluka.
Rekaman audio dari menara pengawas bandara merekam mencekamnya detik-detik sebelum bentrokan. Suara panik seorang petugas terdengar jelas, "Truk satu, berhenti, berhenti, berhenti!" Teriakan itu sia-sia. Beberapa detik kemudian, tabrakan tak terelakkan.
Menurut keterangan pejabat, truk pemadam itu sendiri sebelumnya dipanggil untuk menanggapi laporan lain. Sebuah pesawat melaporkan masalah bau, sehingga unit darurat dikerahkan. Kathryn Garcia, direktur eksekutif Otoritas Pelabuhan, menjelaskan hal ini.
Bagi penumpang di dalam pesawat, momen itu adalah mimpi buruk yang tiba-tiba jadi nyata.
Rebecca Liquori, salah seorang penumpang, mengisahkan kepada News12 Long Island bahwa pendaratan terasa sangat kasar dan penuh goncangan. "Semua orang merasakannya," ujarnya.
"Rasanya seperti pesawat terguncang dan Anda mendengar pilot mencoba mengerem untuk mencegah tabrakan."
"Saat Anda mendengar suara rem, beberapa detik kemudian terdengar suara ledakan yang sangat keras. Semua orang tersentak dari tempat duduk mereka."
Kekacauan pun terjadi. Liquori menggambarkan bagaimana para penumpang saling membantu keluar melalui sayap pesawat. Dia masih tak percaya. "Saya hanya senang masih hidup," katanya. Penerbangan satu jam yang biasa dia lakukan itu berakhir dengan cara yang tak pernah dibayangkan.
Jack Cabot, penumpang lain, punya kesaksian serupa. "Kami melakukan pendaratan normal," katanya kepada CNN. "Kami langsung menabrak sesuatu dan sejak saat itu terjadi kekacauan... Semua orang bersembunyi dan semua orang berteriak."
Insiden yang terjadi pukul 02.40 waktu setempat itu dampaknya parah. Selain dua nyawa pilot melayang, 41 orang dilarikan ke rumah sakit dengan berbagai tingkat cedera, beberapa di antaranya serius. Bandara LaGuardia pun terpaksa ditutup hingga siang hari Senin.
Salah satu pilot yang meninggal telah diidentifikasi sebagai Antoine Forest, pria 30 tahun asal Québec. Nama pilot kedua belum diumumkan. Mereka berdua disebut-sebut sebagai pilot muda yang sedang meniti karier.
"Mereka adalah dua pria muda di awal karier mereka, jadi ini adalah tragedi yang sangat menyedihkan," ujar Bran Bedford, administrator FAA, menyampaikan duka.
Kini, penyelidikan mendalam tengah dilakukan untuk mengungkap bagaimana tragedi di landasan pacu yang sibuk ini bisa terjadi.
Artikel Terkait
Anggota DPR Rajiv Salurkan 50 Bantuan PIP dan Janjikan Kursi Roda untuk SLB di Lembang
Prabowo Dorong BIMP-EAGA Kembangkan Energi Bersih untuk Perkuat Ketahanan Energi Regional
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dua PRT Lompat dari Lantai Empat di Bendungan Hilir
Survei IDM: Kepercayaan Publik ke Polri Capai 79,2 Persen, Pelayanan dan Penegakan Hukum Jadi Pendorong