Klarifikasi Sahroni: Isu Black Mamba adalah Hoaks, Anak Saya Jadi Korban Bully
Anggota DPR nonaktif Ahmad Sahroni akhirnya angkat bicara memberikan klarifikasi terkait isu viral di media sosial tentang penemuan benda bernama "Black Mamba" di rumahnya. Dalam pernyataannya, Sahroni menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks dan bagian dari serangan sistematis terhadap dirinya.
Black Mamba: Hoaks dan Serangan Sistematis
Sahroni menjelaskan bahwa isu Black Mamba yang dikaitkan dengan dirinya merupakan manipulasi informasi lama yang sengaja dipelintir. Menurutnya, ada pihak-pihak tertentu yang merencanakan pemojokan karakter terhadap dirinya dengan menggunakan alat-alat yang dipakai sekelompok orang untuk menghajarnya.
"Diduga ada pihak-pihak yang memang sengaja merencanakan pemojokan karakter. Ada alat-alat yang dipakai sekelompok orang untuk menghajar gua. Ini alat loh, alat gede yang dipakai," ujar Sahroni dalam channel YouTube Total Politik yang direkam pada 15 September 2025.
Asal Usul Foto Black Mamba dari Lebanon 2020
Sahroni membantah keras klaim bahwa Black Mamba ditemukan di rumahnya di Tanjung Priok pasca-penjarahan pada 30 Agustus 2025. Ia mengungkapkan bahwa foto yang beredar sebenarnya berasal dari kejadian di Lebanon pada tahun 2020.
"Lu bayangin, itu kejadian di rumah di Lebanon tahun 2020. Dikeluarin, kan gila. Dituduh kita yang 'black mamba'. Itu kan serangan sistematis, bersamaan. Sengaja dibuat hoaks," jelas Sahroni tegas.
Dampak Hoaks: Anak Sahroni Jadi Korban Bully
Tak hanya merugikan dirinya secara pribadi, Sahroni mengungkapkan bahwa hoaks Black Mamba ini juga berdampak buruk pada anak-anaknya. Kedua anaknya menjadi korban bully dan hujatan di media sosial akibat kabar bohong tersebut.
"Kasian juga mereka, dua-duanya (anak) di-bully. Dihujat anak haram lah, jahaham. Bayangin bahasanya," terang Sahroni dengan nada prihatin.
Fakta Reverse Image Search Buktikan Hoaks
Berdasarkan penelusuran menggunakan teknik reverse image search melalui TinEye dan Yandex Image, terbukti bahwa foto Black Mamba yang viral di media sosial memang tidak berasal dari Indonesia. Foto tersebut merupakan dokumentasi dari salah satu rumah artis Lebanon saat peristiwa ledakan pelabuhan Beirut pada 2020, bukan dari rumah Sahroni di Tanjung Priok.
Klarifikasi ini diharapkan dapat menghentikan penyebaran hoaks Black Mamba yang telah meresahkan masyarakat dan merugikan keluarga Sahroni, terutama anak-anak yang menjadi korban bully.
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI