Anggaran Rp74 Triliun Disiapkan untuk Tangani Bencana hingga 2028

- Selasa, 27 Januari 2026 | 16:50 WIB
Anggaran Rp74 Triliun Disiapkan untuk Tangani Bencana hingga 2028

JAKARTA – Anggaran untuk menangani bencana alam di Indonesia ternyata tak main-main. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, baru-baru ini membeberkan angka yang fantastis: hampir Rp74 triliun. Dana sebesar itu diproyeksikan untuk periode empat tahun, mulai dari 2025 hingga 2028, guna menutupi segala kebutuhan mulai dari tanggap darurat sampai pemulihan total pascabencana.

Rinciannya? Dody menjelaskan, dari total angka tersebut, sekitar Rp4,8 triliun disiapkan khusus untuk aksi tanggap darurat. Sementara itu, porsi terbesar, yakni Rp69 triliun, dikhususkan untuk fase yang lebih panjang: rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Total indikasi kebutuhan anggaran penanganan bencana periode tahun 2025 sampai dengan 2028 adalah hampir Rp74 triliun,"

ungkap Dody dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa lalu.

Proyeksi angka sebesar itu, menurutnya, bukanlah angka asal. Ia menyebut bahwa perhitungan ini didasarkan pada hasil Rencana Induk dan Rencana Strategis Kementerian PU yang sedang digodok bersama Bappenas. Jadi, ada dasar perencanaannya.

Nah, kalau kita lihat tahun per tahun, gambarnya jadi lebih jelas. Untuk tahun 2025, realisasi anggaran tanggap darurat tercatat sudah mencapai Rp576 miliar. Tapi ternyata, itu belum cukup. Di tahun 2026 mendatang, masih dibutuhkan tambahan dana darurat yang tak sedikit: sekitar Rp4,27 triliun.

Lalu bagaimana dengan rehabilitasi dan rekonstruksi? Di tahun 2026 saja, kebutuhan diproyeksikan melonjak hingga Rp24,55 triliun. Dan program pemulihan ini rupanya berjalan panjang.

“Untuk tahun anggaran 2027 dibutuhkan sekitar Rp28 triliun, dan pada tahun anggaran 2028 sebesar Rp16,22 triliun,”

tambahnya.

Artinya, beban anggaran untuk membangun kembali wilayah yang terdampak bencana akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Angka-angka ini jelas memberi gambaran betapa seriusnya dampak bencana terhadap keuangan negara, sekaligus menjadi sinyal bagi pemerintah untuk menyiapkan strategi pendanaan yang matang. Bencana mungkin tak terduga, tapi kesiapan anggaran, semoga saja, tidak.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar