JAKARTA – Anggaran untuk menangani bencana alam di Indonesia ternyata tak main-main. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, baru-baru ini membeberkan angka yang fantastis: hampir Rp74 triliun. Dana sebesar itu diproyeksikan untuk periode empat tahun, mulai dari 2025 hingga 2028, guna menutupi segala kebutuhan mulai dari tanggap darurat sampai pemulihan total pascabencana.
Rinciannya? Dody menjelaskan, dari total angka tersebut, sekitar Rp4,8 triliun disiapkan khusus untuk aksi tanggap darurat. Sementara itu, porsi terbesar, yakni Rp69 triliun, dikhususkan untuk fase yang lebih panjang: rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Total indikasi kebutuhan anggaran penanganan bencana periode tahun 2025 sampai dengan 2028 adalah hampir Rp74 triliun,"
ungkap Dody dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa lalu.
Proyeksi angka sebesar itu, menurutnya, bukanlah angka asal. Ia menyebut bahwa perhitungan ini didasarkan pada hasil Rencana Induk dan Rencana Strategis Kementerian PU yang sedang digodok bersama Bappenas. Jadi, ada dasar perencanaannya.
Artikel Terkait
Ekonomi Indonesia Kuat Ditopang Konsumsi Domestik dan Utang Terkendali
Lebaran 2026: Lebih dari 638 Ribu Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sudah Terjual
Pemerintah Andalkan Perjanjian Dagang ART sebagai Fondasi Hadapi Investigasi AS
KAI Siapkan 19 Perjalanan Tambahan Antisipasi Puncak Mudik Besok