Sabtu sore (14/3/2026) di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, rumah kediaman Jusuf Kalla ramai didatangi tamu. Mereka adalah sejumlah pakar komunikasi atau komunikolog yang datang untuk bersilaturahmi dengan mantan Wakil Presiden itu di bulan Ramadan 1447 H.
Dari pantauan di lokasi, terlihat beberapa nama seperti Emrus Sihombing, Lely Arrianie, dan Effendi Gazali. Hadir pula Suko Widodo, Adriano Qalbi, serta Mo Sidik. Pertemuannya sendiri digelar tertutup, jauh dari keriuhan awak media.
Menurut Effendi Gazali, silaturahmi seperti ini sudah jadi agenda rutin di bulan puasa. "Jadi biasanya kan ini hampir setiap anu ya, Ramadan itu ada pertemuan dengan Pak JK, silaturahmi," ujarnya singkat kepada wartawan sebelum masuk.
Dia mengaku pihaknya sengaja mencari waktu untuk bertemu JK. Tak cuma sekadar basa-basi, Effendi membuka kemungkinan obrolan mereka menyentuh isu geopolitik yang sedang memanas.
"Apalagi sekarang ini kan lagi serius krisis geopolitik. Nih pengalaman Pak JK sebagai juru damai internasional juga mungkin perlu bisa kami sharing bersama," tuturnya.
Di sisi lain, Suko Widodo dari Universitas Airlangga menyoroti persoalan komunikasi pemerintah. Ia merasa ada gap yang menganga antara pemimpin dan rakyat.
"Secara umum itu kami kalau Komunikolog Indonesia itu selalu ingin pemerintahan itu ya, siapa pun presidennya, apalagi ini Pak Prabowo ini, tentunya pengin berhasil," kata Suko.
"Cuma belakangan kami melihat kok ada jurang komunikasi yang jauh sekali," imbuhnya.
Pendapat serupa diungkapkan Effendi. Menurutnya, jurang itu terasa nyata. Presiden seolah punya caranya sendiri, sementara rakyat seperti tak cukup paham.
"Jadi Pak Presiden sepertinya inginnya begini, rakyat tuh enggak-enggak paham tuh. Kalau menurut kami dari 14 orang yang hadir nih kok ada jurang komunikasi yang besar, kenapa? Nah, ini mungkin ada diskusi baik ini kan terutama," jelas Effendi.
Pertemuan sore itu pun berlanjut di dalam rumah. Agenda silaturahmi Ramadan, dengan sederet isu strategis di meja, sambil mencoba menjembatani jurang yang mereka rasakan.
Artikel Terkait
BIPI Mulai Transisi dari Batu Bara ke Energi Hijau, Targetkan Divestasi Anak Usaha
Sidang Perdana Empat Tentara Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Digelar
Pemprov Sulsel Raih Penghargaan dari Kemensos atas Dedikasi Penanggulangan Bencana
Bayern Munchen Takluk 4-5 dari PSG di Semifinal Liga Champions, Kompany Yakin Balik ke Allianz Arena