Di kompleks Kemenimipas di Rasuna Said, Jakarta Selatan, suasana pagi Jumat (13/3) kemarin tampak berbeda. Ratusan pegawai beserta keluarga mereka berkumpul, bersiap untuk pulang kampung. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, hadir langsung melepas kepergian mereka. Program mudik bersama ini, kata Agus, adalah bentuk perhatian sekaligus upaya nyata mengurangi beban biaya perjalanan para stafnya.
“Ini tahun kedua kami menyelenggarakannya,” ujar Menteri Agus.
“Tujuannya jelas, memberikan fasilitas untuk keluarga besar kita di sini. Di saat yang sama, ini juga dukungan terhadap program pemerintah untuk mengurai kemacetan di jalur mudik.”
Pernyataannya itu dikutip dari situs resmi kementerian, Sabtu (14/3/2026).
Dengan mengusung tema 'Mudik Prima, Silaturahmi Bermakna', program ini memang dirancang untuk menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Namun begitu, Agus tak lupa menyelipkan pesan keselamatan yang sederhana namun krusial. Ia meminta para pengemudi bus tak terburu-buru di jalan.
“Lebaran masih panjang, masih ada dua minggu lagi. Jadi pelan-pelan saja, yang penting selamat,” pesannya.
“Buat yang nanti naik motor di kampung, jangan lupa pakai helm. Tolong, jaga keselamatan.”
Menurut laporan Sekjen Kemenimipas, Asep Kurnia, antusiasme pegawai terbilang tinggi. Dari 803 pendaftar, sebanyak 661 orang dinyatakan lolos verifikasi. Mereka adalah gabungan dari pegawai, keluarga, taruna, hingga peserta magang. Untuk mengangkut mereka semua, disiapkan 17 bus yang akan melayani enam rute berbeda: Lampung, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang.
Pelaksanaan mudik bareng ini juga tak lepas dari bantuan sejumlah mitra strategis. Beberapa nama besar seperti BRI, PLN, Solusi Bangun Indonesia, dan ParagonCorp turut mendukung dengan menyediakan kendaraan.
Sebenarnya, kegiatan mudik bersama ini hanya satu bagian dari serangkaian aktivitas Kemenimipas selama Ramadan. Masih ada Safari Ramadan, penyaluran bansos, bagi-bagi takjil, serta pengumpulan zakat dan infak untuk masyarakat dan keluarga warga binaan.
Di sisi lain, harapan Menteri Agus cukup sederhana. Ia berharap seluruh pegawainya bisa pulang dengan lancar, menikmati silaturahmi yang hangat di kampung halaman, dan kembali ke Jakarta dengan energi serta semangat baru untuk kembali mengabdi.
Artikel Terkait
Taksi Listrik Mogok Korsleting di Perlintasan, Picu Tabrakan Beruntun Kereta Api di Bekasi Timur
Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun untuk Evaluasi Keselamatan Perkeretaapian Usai Kecelakaan di Bekasi Timur
TikTok Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Anak, Komdigi Apresiasi Langkah Konkret
Anggota DPR Kritik Usulan Gerbong Wanita di Tengah Rangkaian KRL: Bukan Solusi, Perbaiki Sistem Keselamatan