Presiden Israel Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-80 Trump, Puji Dukungan AS Lawan Iran

- Minggu, 14 Juni 2026 | 14:20 WIB
Presiden Israel Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-80 Trump, Puji Dukungan AS Lawan Iran
Presiden Israel, Isaac Herzog, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang genap berusia 80 tahun pada hari ini. Dalam pernyataan resminya, Herzog secara khusus menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Washington terhadap Tel Aviv selama konflik bersenjata dengan Iran. “Rakyat Israel berterima kasih atas kepemimpinan Anda dalam menghadapi kekaisaran kejahatan Iran dan atas komitmen teguh Anda terhadap keamanan Israel,” demikian bunyi pernyataan Herzog yang diunggah melalui akun media sosial X, sebagaimana dikutip dari laporan Aljazeera pada Minggu (14/6/2026). Herzog menambahkan bahwa perjalanan politik Trump menuju Gedung Putih merupakan cerminan dari luasnya impian Amerika. Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak akan melupakan jasa Trump dalam proses pembebasan sandera yang ditawan oleh pihak lawan. “Kami tidak akan pernah melupakan upaya tanpa lelah Anda dalam mengamankan pembebasan sandera tercinta kami,” ujar Herzog dalam pernyataan terpisah. Dalam kesempatan yang sama, Herzog mendoakan agar Trump mampu memimpin perdamaian, baik di kawasan Timur Tengah maupun dunia secara luas. Ia juga menyatakan harapannya untuk terus memperkuat kemitraan strategis antara Israel dan Amerika Serikat. “Semoga Anda memimpin Timur Tengah dan dunia menuju perdamaian dan keamanan, dan terus memperkuat kemitraan unik AS-Israel,” kata Herzog. Sementara itu, perayaan ulang tahun Trump yang ke-80 pada 14 Juni mendatang akan digelar dengan cara yang tidak biasa. Sang presiden direncanakan mengadakan pertandingan Ultimate Fighting Championship (UFC) di halaman Gedung Putih. Sebuah arena raksasa bernama “The Claw” telah dibangun di South Lawn Gedung Putih, sebagaimana dilaporkan AFP pada Jumat (12/6/2026). Lokasi tersebut akan menjadi tempat pertarungan bela diri dalam kandang yang menampilkan 14 kontestan UFC pada Minggu (14/6). Acara yang diberi tajuk “UFC Freedom 250” itu menawarkan hadiah sebesar 69 juta dolar AS, sebuah angka yang belum pernah tercatat dalam sejarah penyelenggaraan sebelumnya. Namun, langkah ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Para pengkritik menilai acara tersebut tidak peka terhadap situasi rakyat, terutama ketika perang melawan Iran telah memicu lonjakan biaya hidup bagi warga sipil Amerika Serikat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar