Presiden Prabowo Subianto membuka retret jilid kedua kabinetnya di Hambalang, Jawa Barat, dengan beberapa alasan. Selain mengevaluasi satu tahun pertama pemerintahannya, ia juga menyoroti situasi global yang dinamis dan penuh gejolak.
"Saya sengaja mengundang saudara-saudara berkumpul di sini, di Padepokan Garuda Yaksa, untuk memberi taklimat awal tahun," ujar Prabowo membuka sambutannya.
Ia menjelaskan, pertemuan ini punya dua tujuan utama. Yang pertama, tentu saja, untuk mengevaluasi capaian kerja setahun belakangan. Namun begitu, ada hal lain yang tak kalah penting: memahami posisi bangsa Indonesia di tengah dinamika dunia yang tak menentu.
Prabowo lantas mengingatkan para menterinya untuk fokus pada langkah-langkah ke depan. Menurutnya, kondisi bangsa saat ini memang sarat dengan tantangan. Cobaan datang bertubi-tubi.
"Kita paham betul, kondisi kita penuh tantangan. Baru-baru ini, misalnya, bencana melanda tiga provinsi di Aceh," katanya.
Artikel Terkait
Iran Siapkan Opsi Kompromi dan Ancaman Jelang Putaran Baru Perundingan Nuklir dengan AS di Jenewa
Agrinas Bayar Uang Muka Rp21,58 Triliun untuk Truk India Meski DPR Minta Tunda
Mister Aladin Tawarkan Paket Tur Bangkok Hidden Gems Mulai Rp 6 Jutaan
Pemerintah Targetkan 24 Juta Sambungan Pipa Air Bersih Baru pada 2029