Presiden Prabowo Subianto membuka retret jilid kedua kabinetnya di Hambalang, Jawa Barat, dengan beberapa alasan. Selain mengevaluasi satu tahun pertama pemerintahannya, ia juga menyoroti situasi global yang dinamis dan penuh gejolak.
"Saya sengaja mengundang saudara-saudara berkumpul di sini, di Padepokan Garuda Yaksa, untuk memberi taklimat awal tahun," ujar Prabowo membuka sambutannya.
Ia menjelaskan, pertemuan ini punya dua tujuan utama. Yang pertama, tentu saja, untuk mengevaluasi capaian kerja setahun belakangan. Namun begitu, ada hal lain yang tak kalah penting: memahami posisi bangsa Indonesia di tengah dinamika dunia yang tak menentu.
Prabowo lantas mengingatkan para menterinya untuk fokus pada langkah-langkah ke depan. Menurutnya, kondisi bangsa saat ini memang sarat dengan tantangan. Cobaan datang bertubi-tubi.
"Kita paham betul, kondisi kita penuh tantangan. Baru-baru ini, misalnya, bencana melanda tiga provinsi di Aceh," katanya.
Artikel Terkait
Gus Ipul: Wacana Penebalan Bansos 2026 Masih Tahap Pembahasan, Tunggu Keputusan Presiden
AS Pertimbangkan Serangan Terbatas atau Blokade Maritim ke Iran
Bansos Tahap II 2026 Dijadwalkan Cair April, Menjangkau 18 Juta KPM
Bank Woori Saudara Optimalkan Strategi Pendanaan dan Kredit untuk Jaga Margin