Presiden Prabowo Subianto membuka retret jilid kedua kabinetnya di Hambalang, Jawa Barat, dengan beberapa alasan. Selain mengevaluasi satu tahun pertama pemerintahannya, ia juga menyoroti situasi global yang dinamis dan penuh gejolak.
"Saya sengaja mengundang saudara-saudara berkumpul di sini, di Padepokan Garuda Yaksa, untuk memberi taklimat awal tahun," ujar Prabowo membuka sambutannya.
Ia menjelaskan, pertemuan ini punya dua tujuan utama. Yang pertama, tentu saja, untuk mengevaluasi capaian kerja setahun belakangan. Namun begitu, ada hal lain yang tak kalah penting: memahami posisi bangsa Indonesia di tengah dinamika dunia yang tak menentu.
Prabowo lantas mengingatkan para menterinya untuk fokus pada langkah-langkah ke depan. Menurutnya, kondisi bangsa saat ini memang sarat dengan tantangan. Cobaan datang bertubi-tubi.
"Kita paham betul, kondisi kita penuh tantangan. Baru-baru ini, misalnya, bencana melanda tiga provinsi di Aceh," katanya.
Ia juga menyebut sejumlah wilayah lain di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah yang tak luput dari musibah.
Di sisi lain, dari situasi sulit itu, Prabowo justru melihat sebuah kekuatan. Ia mengajak seluruh jajaran kabinet untuk membuktikan kinerja mereka di hadapan rakyat.
"Dengan menghadapi semua itu, kita justru memahami bahwa negara kita sesungguhnya punya kekuatan yang besar," tegasnya.
"Negara kita telah mampu, dan akan terus membuktikan, bahwa Republik Indonesia ini tangguh. Kita sudah buktikan di 2025, dan akan kita buktikan lagi di tahun 2026 ini," papar Prabowo dengan nada optimistis.
Retret di Hambalang ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan. Sebelumnya, pertemuan serupa digelar di Akademi Militer Magelang pada Oktober lalu, tak lama setelah Prabowo resmi dilantik menjadi presiden.
Artikel Terkait
Rumah Hafiz Al-Quran Selamat dari Kebakaran Besar Pasar Jiung, Warga Sebut Keajaiban
Presiden Prabowo Tinjau Langsung Fasilitas Produksi Makanan Bergizi di Palmerah
Pemerintah Beri Insentif Pajak Hingga 0 Persen Bagi Eksportir yang Patuh Aturan Devisa Hasil Ekspor SDA
Mendiktisaintek Bantah Akan Tutup Program Studi demi Sesuaikan Industri