Di kantornya di Jakarta, Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Utama Agrinas, mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan. Perusahaan BUMN itu ternyata sudah membayar uang muka sebesar 30 persen untuk pengadaan kendaraan operasional logistik dari India. Nilainya? Tidak main-main, mencapai Rp21,58 triliun.
“Awalnya Mahindra hanya mampu mensuplai 2 ribu unit,” jelas Joao, ditemui Selasa lalu.
“Kami lalu lobi, diskusi panjang. Akhirnya mereka mau fokus produksi untuk kebutuhan Agrinas. Karena komitmen itu, kami harus berikan down payment 30 persen. Dan itu sudah kami lakukan.”
Menurutnya, sekitar 1.000 unit pertama dari total pesanan raksasa itu bahkan sudah tiba di Indonesia awal pekan ini. Kedatangan ini bersinggungan langsung dengan desakan dari Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta proyek impor 105 ribu pick up dan truk itu ditunda.
Joao mengaku akan mempertimbangkan serius permintaan penundaan dari DPR itu. Namun begitu, dia juga menyoroti konsekuensi yang bakal dihadapi. Membatalkan atau menunda kontrak semacam ini bukan perkara sederhana. Ada denda atau penalti yang harus ditanggung. Belum lagi uang muka triliunan rupiah yang sudah dikeluarkan.
“Kami melakukan pengadaan dengan etika baik, tidak pernah memikirkan penalti pembatalan. Saya yakin apa yang kami lakukan in good faith. Kalau ada masalah, mungkin hanya perlu penjelasan dan itu akan menjadi solusi,” ujarnya, tetap berusaha optimistis.
Di sisi lain, posisinya sebagai direktur BUMN membuat Joao tak punya banyak pilihan. Dia menegaskan kesediaannya untuk patuh sepenuhnya pada pemerintah dan DPR.
Artikel Terkait
Iran Siapkan Opsi Kompromi dan Ancaman Jelang Putaran Baru Perundingan Nuklir dengan AS di Jenewa
Mister Aladin Tawarkan Paket Tur Bangkok Hidden Gems Mulai Rp 6 Jutaan
Pemerintah Targetkan 24 Juta Sambungan Pipa Air Bersih Baru pada 2029
Pansel OJK Sebut Pendaftaran dari DPR dan Internal Masih Sepi