Presiden Prabowo Subianto membuka retret jilid kedua kabinetnya di Hambalang, Jawa Barat, dengan beberapa alasan. Selain mengevaluasi satu tahun pertama pemerintahannya, ia juga menyoroti situasi global yang dinamis dan penuh gejolak.
"Saya sengaja mengundang saudara-saudara berkumpul di sini, di Padepokan Garuda Yaksa, untuk memberi taklimat awal tahun," ujar Prabowo membuka sambutannya.
Ia menjelaskan, pertemuan ini punya dua tujuan utama. Yang pertama, tentu saja, untuk mengevaluasi capaian kerja setahun belakangan. Namun begitu, ada hal lain yang tak kalah penting: memahami posisi bangsa Indonesia di tengah dinamika dunia yang tak menentu.
Prabowo lantas mengingatkan para menterinya untuk fokus pada langkah-langkah ke depan. Menurutnya, kondisi bangsa saat ini memang sarat dengan tantangan. Cobaan datang bertubi-tubi.
"Kita paham betul, kondisi kita penuh tantangan. Baru-baru ini, misalnya, bencana melanda tiga provinsi di Aceh," katanya.
Artikel Terkait
Arab Saudi Perketat Akses ke Makkah, Hanya Pemegang Izin Haji yang Diizinkan Masuk
Rupiah Melemah ke Rp17.143, Dihantui Blokade AS di Iran dan Revisi Proyeksi IMF
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi USD437,9 Miliar di Februari 2026, Didorong Sektor Publik
Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Lawatan Bilateral ke Rusia dan Prancis