Hujan deras yang mengguyur Jakarta Timur pada Minggu pagi itu berakhir tragis. Seorang pemuda, Rava Periangga (18), tewas tenggelam setelah terseret arus banjir di kawasan Cakung. Kejadiannya sekitar pukul 17.00 WIB, tapi kisahnya dimulai jauh lebih awal.
Menurut sejumlah saksi, arusnya sangat deras. Korban terlihat terjatuh dan langsung hanyut di sekitar Jembatan Tinggi, Tipar Cakung. Lokasinya persis di kolong jembatan Tol Kirana Rorotan yang berbatasan dengan RT 09/08, Cakung Barat. Air sudah membanjiri area itu cukup tinggi.
Kapolsek Cakung, Kompol Widodo Saputro, memberikan penjelasan lebih rinci.
"Saksi mata, Rifki (26), melihat langsung korban jatuh lalu tenggelam. Dia tidak sempat menolong karena arusnya terlalu kencang," ujar Widodo dalam keterangannya, Senin (19/1).
Mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak. Mereka berkoordinasi dengan beberapa pihak, mulai dari BPBD, Dinas SDA Kecamatan Cakung, hingga Damkar setempat. Upaya penyelamatan segera diluncurkan.
"Kami turunkan tiga unit perahu karet. Ditambah empat mesin pompa air dari Damkar dan Satpel SDA, plus satu ambulans siaga," jelas Kapolsek Widodo.
Pencarian berlangsung intensif sepanjang hari. Namun begitu, hasilnya justru datang dari lokasi yang agak jauh. Jenazah Rava Periangga akhirnya ditemukan mengambang di Kali Cilincing pada sore harinya. Kondisinya tak lagi bernyawa.
Kini, korban telah diserahkan kepada keluarganya. Rencananya, pemuda 18 tahun itu akan segera dimakamkan. Musibah ini kembali mengingatkan betapa bahayanya banjir, terutama arusnya yang sering kali tak terduga kekuatannya.
Artikel Terkait
Persik Kediri Siap Tempur Hadapi PSM Makassar demi Jauh dari Zona Degradasi
Disnakerin Madiun Sidak Pabrik Plastik di Wonosari, Terindikasi Lagi Tahan Ijazah Karyawan
ART di Maros Curi Perhiasan dan Uang Majikan, Kabur ke Makassar
Indikasi Perjokian dan Pemalsuan Dokumen Warna Hari Pertama UTBK SNBT 2026 di Unesa