Pemuda 18 Tahun Tewas Terseret Arus Banjir di Cakung

- Senin, 19 Januari 2026 | 10:42 WIB
Pemuda 18 Tahun Tewas Terseret Arus Banjir di Cakung

Hujan deras yang mengguyur Jakarta Timur pada Minggu pagi itu berakhir tragis. Seorang pemuda, Rava Periangga (18), tewas tenggelam setelah terseret arus banjir di kawasan Cakung. Kejadiannya sekitar pukul 17.00 WIB, tapi kisahnya dimulai jauh lebih awal.

Menurut sejumlah saksi, arusnya sangat deras. Korban terlihat terjatuh dan langsung hanyut di sekitar Jembatan Tinggi, Tipar Cakung. Lokasinya persis di kolong jembatan Tol Kirana Rorotan yang berbatasan dengan RT 09/08, Cakung Barat. Air sudah membanjiri area itu cukup tinggi.

Kapolsek Cakung, Kompol Widodo Saputro, memberikan penjelasan lebih rinci.

"Saksi mata, Rifki (26), melihat langsung korban jatuh lalu tenggelam. Dia tidak sempat menolong karena arusnya terlalu kencang," ujar Widodo dalam keterangannya, Senin (19/1).

Mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak. Mereka berkoordinasi dengan beberapa pihak, mulai dari BPBD, Dinas SDA Kecamatan Cakung, hingga Damkar setempat. Upaya penyelamatan segera diluncurkan.

"Kami turunkan tiga unit perahu karet. Ditambah empat mesin pompa air dari Damkar dan Satpel SDA, plus satu ambulans siaga," jelas Kapolsek Widodo.

Pencarian berlangsung intensif sepanjang hari. Namun begitu, hasilnya justru datang dari lokasi yang agak jauh. Jenazah Rava Periangga akhirnya ditemukan mengambang di Kali Cilincing pada sore harinya. Kondisinya tak lagi bernyawa.

Kini, korban telah diserahkan kepada keluarganya. Rencananya, pemuda 18 tahun itu akan segera dimakamkan. Musibah ini kembali mengingatkan betapa bahayanya banjir, terutama arusnya yang sering kali tak terduga kekuatannya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar