Timnas Pencak Silat Indonesia Raih Empat Emas di Belgia, Taruna Akpol Turut Sumbang Prestasi

- Selasa, 28 April 2026 | 17:45 WIB
Timnas Pencak Silat Indonesia Raih Empat Emas di Belgia, Taruna Akpol Turut Sumbang Prestasi

Tim Nasional Pencak Silat Indonesia baru saja pulang dari Belgia dengan kepala tegak. Dalam ajang Belgium Open Pencak Silat Championship 2026 yang digelar 24-27 April di Schoten, mereka mengantongi total 4 medali emas dan 1 perak. Lumayan, kan? Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama pencak silat di pentas dunia.

Kontingen Pelatnas yang dikirim kali ini cukup ramping hanya 9 atlet dan 2 pelatih. Tapi jangan salah, di antara mereka ada tiga orang yang merupakan taruna Akademi Kepolisian. Ini menarik, karena menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda di tubuh Polri, khususnya di bidang olahraga prestasi, mulai membuahkan hasil.

Nah, berikut rincian medali yang berhasil diraih:

Medali Emas:
1. M. Zaki Zikrilah Prasong (Taruna Akpol) – Kelas B Putra
2. Iqbal Chandra Pratama – Kelas F Putra
3. Safira Dwi Meilani – Kelas C Putri
4. Regu Putra – Asep Yuldan Sani, Rano Slamet Nugraha (Taruna Akpol), Andika Dhani Reksa (Taruna Akpol)

Medali Perak:
1. Tito Hendra Septa Kurnia – Kelas E Putra

Di sisi lain, pada hari yang sama tepatnya 27 April 2026 atlet-atlet Polri juga berhasil menyabet juara umum di ajang The 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 di Osaka, Jepang. Jadi, dalam waktu kurang dari seminggu, mereka sudah mengharumkan nama Indonesia di dua benua berbeda.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo angkat bicara soal ini. Menurutnya, capaian tersebut adalah bukti nyata dari pembinaan yang terarah dan berkelanjutan di lingkungan Polri.

“Dalam waktu kurang dari satu minggu, Polri membuktikan personelnya mampu berprestasi melalui olahraga bela diri. Setelah juara umum taekwondo di Jepang, kini kembali mengharumkan nama bangsa di Belgia. Pembentukan Komite Olahraga Polri sejak 2024 menjadi wadah dan sistem untuk memastikan pembinaan serta penjaminan hak-hak atlet Polri yang berprestasi,” kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).

Keberhasilan ini bukan cuma soal kebanggaan nasional. Lebih dari itu, ini juga menaikkan citra Polri yang selama ini konsisten mendukung olahraga salah satunya lewat Komite Olahraga Polri yang diresmikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Mei 2024 lalu.

Menariknya lagi, peran Wakabareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, sebagai Manager Timnas Pencak Silat Indonesia juga patut diacungi jempol. Di bawah kepemimpinannya, pembinaan atlet berjalan lebih profesional dan berkelanjutan. Hasilnya? Ya, seperti yang kita lihat sekarang prestasi di level dunia.

“Polri sangat bangga dengan atlet-atlet Timnas Pencak Silat yang mampu menjuarai kejuaraan internasional seperti Belgium Open. Ini adalah bukti nyata kualitas, mental juara, dan daya saing atlet Indonesia di tingkat dunia,” ujar Nunung.

Dia juga menambahkan, prestasi ini menjadi modal berharga menjelang SEA Games 2027 di Malaysia. Dengan persiapan matang dan semangat juang yang tinggi, Timnas Pencak Silat Indonesia optimistis bisa mempertahankan tradisi juara dan kembali mengharumkan nama bangsa. Ya, kita tunggu saja aksi mereka selanjutnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar