BPBD Lebak Petakan 90 Desa Terancam Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:45 WIB
BPBD Lebak Petakan 90 Desa Terancam Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang

Sebanyak 90 desa yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, terancam mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang melanda tahun ini. Data tersebut merupakan hasil pemetaan terbaru yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengungkapkan bahwa pendataan tersebut telah selesai dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Menurutnya, potensi krisis air bersih dipicu oleh menyusutnya sumber mata air di sejumlah titik, ditambah dengan belum terjangkaunya jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah-wilayah terpencil.

"Pendataan itu berdasarkan hasil pemetaan yang kami lakukan," ujar Sukanta.

Untuk merespons kondisi tersebut, BPBD telah menyiapkan tiga unit kendaraan tangki guna menyalurkan pasokan air bersih ke desa-desa yang terdampak. Selain mengandalkan armada sendiri, pemerintah daerah juga menjalin kerja sama dengan mobil tangki milik Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak, serta melibatkan relawan Tagana, BUMN, aparat kepolisian, dan Pemerintah Provinsi Banten.

Mekanisme permintaan bantuan, menurut Sukanta, dapat diajukan oleh masyarakat melalui aparat desa setempat. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Kantor BPBD Lebak melalui aplikasi pesan instan.

"Kami menyalurkan pasokan air bersih ke desa itu, setelah menerima laporan dari aparat desa setempat. Pasokan air bersih tanpa dipungut dan gratis," ungkapnya.

Sementara itu, BPBD juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi merebaknya penyakit menular, seperti diare, yang kerap muncul ketika masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

Di sisi lain, kekeringan tidak hanya mengancam ketersediaan air minum, tetapi juga sektor pertanian. Lahan pangan dan hortikultura di sejumlah wilayah dikhawatirkan mengalami gagal panen jika musim kemarau berkepanjangan.

"Kami selalu berkoordinasi dalam penanganan dan pencegahan, sehubungan musim kemarau yang menimbulkan kekeringan ekstrem," jelas Sukanta.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar