MURIANETWORK.COM - Rencana pengiriman pasukan perdamaian TNI ke Gaza mendapat sorotan dari anggota parlemen. Anggota Komisi I DPR RI, Yulius Setiarto, menilai langkah yang diungkapkan Presiden Prabowo Subianto itu memerlukan kajian teknis mendalam, terutama menyangkut jumlah personel, efektivitas penugasan di medan yang sempit, serta beban pembiayaan bagi negara. Ia juga mengingatkan pemerintah untuk tetap memprioritaskan rehabilitasi bencana di dalam negeri.
Menanggapi wacana tersebut, Yulius Setiarto menekankan pentingnya analisis yang cermat terhadap kondisi di lapangan. Pertimbangan geografis menjadi salah satu poin krusial.
“Presiden Prabowo pernah menyampaikan bahwa kalau perlu sampai 20 ribu pasukan, saya kira perlu pendalaman teknis terkait dengan jumlah karena wilayah Gaza ini tidak lebih dari, luasnya tidak lebih dari Jakarta Pusat,” ujarnya.
Dengan mempertimbangkan kompleksitas medan di wilayah yang terbatas itu, ia berpendapat bahwa pengiriman pasukan dalam jumlah besar justru berpotensi menimbulkan kendala operasional. Skala yang lebih realistis dinilai akan lebih efektif.
“Sehingga secara teknis akan sangat sulit kalau 20 ribu pasukan dideploy. Tetapi kalau 2 ribu, 3 ribu itu menurut saya akan lebih efektif untuk dikirimkan,” lanjut Yulius.
Artikel Terkait
PSSI Umumkan Susunan Pelatih Baru Timnas Indonesia, John Herdman Jadi Pelatih Kepala
Pantai Kuri Caddi di Maros: Pesona Tersembunyi yang Masih Asri dan Sunyi
BPP KKSS Salurkan Bantuan Sembako ke Panti Asuhan dalam Rangka PSBM ke-XXVI
Penumpang Meninggal Dunia di Kapal Feri Kolaka-Bajoe