Baru setahun lebih sedikit berjalan sebagai bank mandiri, Bank Syariah Nasional (BSN) sudah menunjukkan taringnya. Aset mereka di kuartal pertama 2026 tercatat menyentuh angka yang cukup fantastis: Rp76 triliun. Padahal, bank ini baru resmi berpisah dari induknya, Bank Tabungan Negara (BTN), pada akhir 2025 lalu.
Arga M. Nugraha, Wakil Direktur Utama BSN, tak bisa menyembunyikan optimisme itu. Meski datanya masih menunggu audit final, grafik pertumbuhan aset terus merangkak naik.
“Sekitar Rp76 triliun dan masih naik. Kami cukup optimistis tetap menjadi nomor dua di level bank syariah nasional,” ujar Arga.
Pernyataan itu disampaikannya di Bekasi, Senin (13/4), usai peresmian BTN Loan Factory.
Arga mengakui angka-angka itu belum final. Tapi, manajemen melihatnya sebagai sebuah awal yang menggembirakan untuk sebuah entitas yang baru saja lahir. “Untuk angka yang belum diaudit, kami tutup dengan hasil yang alhamdulillah baik,” tambahnya.
Namun begitu, euforia ini tak lantas membuat BSN kalap. Justru sebaliknya. Mereka memilih untuk tidak agresif berekspansi dulu. Fokus utama sekarang adalah membenahi rumah tangga internal pasca-spin-off. Mulai dari menyelaraskan proses bisnis, menguatkan organisasi, sampai membenahi sumber daya manusia.
Artikel Terkait
Survei: 74,1 Persen Publik Puas dengan Kinerja Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran
ASEAN Desak AS dan Iran Segera Kembali ke Meja Perundingan
Sunderland Tundukkan Tottenham 1-0 Berkat Gol Tunggal Mukiele
BI Perkuat Intervensi di Pasar Valas untuk Jaga Stabilitas Rupiah