200 Calon PMI Bersiap Isi Pasar Kerja Eropa Timur dengan Keahlian Las Spesial

- Rabu, 26 November 2025 | 11:35 WIB
200 Calon PMI Bersiap Isi Pasar Kerja Eropa Timur dengan Keahlian Las Spesial

Jakarta, Rabu (26/11/2025) – Sebanyak 200 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tengah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Eropa Timur. Mereka sedang menjalani pelatihan intensif untuk menjadi juru las pelat, atau plate welder, yang digelar oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Menteri P2MI, Mukhtarudin, hadir langsung di Balai Diklat Industri Jakarta untuk memantau persiapan ini. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa program ini bukanlah yang pertama.

"Diklat welder untuk batch kedua yang ini merupakan implementasi dari arahan Bapak Presiden Prabowo," ujarnya.

Menurutnya, arahan tersebut terkait dengan penyiapan 500 ribu tenaga kerja untuk mengisi pasar kerja luar negeri.

Di sisi lain, program ini ternyata hasil kolaborasi. Kementerian Perindustrian, melalui Balai Diklat Industri Jakarta, juga turut terlibat dalam menyusun kurikulumnya. Program ini dirancang khusus untuk mencetak plate welder dengan kompetensi spesifik, yaitu 3G GTAW.

Bagi yang awam, plate welder 3G GTAW adalah keahlian menyambung pelat logam menggunakan metode Gas Tungsten Arc Welding. Metode ini lebih dikenal dengan sebutan las argon, dan dikerjakan pada posisi pengelasan vertikal ke atas.

Rencananya, pelatihan bakal berjalan cukup singkat, hanya 15 hari. Dari jumlah itu, 14 hari diisi dengan paduan teori dan praktik langsung. Sementara satu hari terakhir dikhususkan untuk uji kompetensi, yang akan menentukan kelayakan mereka.

Yang menarik, jaminan penempatannya sudah disiapkan sejak awal. Mukhtarudin menegaskan bahwa pelatihan dan penempatan sudah diselaraskan.

"Artinya mereka-mereka atau peserta yang hari ini dilatih sesuai dengan kompetensi pasar kerja luar negeri, kemudian ditempatkan di negara yang sudah kita siapkan," paparnya.

Negara tujuan sudah dipetakan dengan jelas. Rencananya, para lulusan program ini akan dikirim ke sejumlah negara di Eropa Timur, seperti Slovakia dan Ceko.

Prosesnya terbilang cepat. Begitu pelatihan teknis selesai, mereka akan langsung menjalani pembekalan bahasa. Setelah itu, penempatan pun segera dilakukan.

"Dan inilah sebagai bukti kita dalam rangka percepatan. Ini namanya program percepatan crash program dari Bapak Presiden," tutur Mukhtarudin.

Harapannya jelas. Pelatihan semacam ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, sekaligus menggeser tren. Dari yang semula didominasi pekerjaan low skill, kini beralih ke sektor middle high skill yang lebih menjanjikan.

Mukhtarudin menutup pernyataannya dengan penuh keyakinan. "Jadi negara hadir dari menyiapkan pendidikannya, vokasinya, melakukan penempatannya kemudian sampai kita mencari lapangan pekerjaannya. Insyaallah ini akan kita realisasikan, akan kita optimalkan dan berharap kita mengatasi lapangan pekerjaan dan sekaligus juga kita memberdayakan masyarakat."

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar