Sepuluh Saham Paling Tertekan Selama Sepekan, ASPR Anjlok Hingga 37,85 Persen

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:15 WIB
Sepuluh Saham Paling Tertekan Selama Sepekan, ASPR Anjlok Hingga 37,85 Persen

Sepuluh saham mengalami tekanan jual paling dalam sepanjang perdagangan pekan ini, 25 hingga 29 Mei 2026, seiring koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 0,56 persen ke level 6.127. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saham-saham dari beragam sektor menjadi penghuni daftar top losers, dengan penurunan harga yang bervariasi dari 19 persen hingga nyaris 38 persen.

Posisi teratas dalam daftar tersebut ditempati oleh PT Asia Pramulia Tbk (ASPR), yang ambles hingga 37,85 persen. Harga saham perusahaan itu anjlok dari Rp288 menjadi hanya Rp179 per lembar saham. Penurunan drastis ini menjadi yang tertinggi di antara emiten lainnya selama sepekan terakhir.

Di urutan kedua, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) tercatat menyusut 27,14 persen ke level Rp980. Sementara itu, PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) melemah 24,82 persen menjadi Rp106. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) juga tak luput dari tekanan, tergelincir 24,07 persen ke posisi Rp410.

Emiten properti, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM), harus terperosok 23,57 persen ke harga Rp107. Di sisi lain, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) terkoreksi 22,10 persen menjadi Rp705. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) juga mencatatkan pelemahan signifikan, yakni 21,71 persen ke Rp238.

Pelemahan juga terjadi pada PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang tergelincir 20,91 persen ke Rp87, serta PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang turun tepat 20 persen ke Rp700. Adapun posisi kesepuluh ditempati oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), yang meskipun penurunannya paling terbatas di antara yang lain, tetap menyusut 19,30 persen dari Rp1.425 menjadi Rp1.150 per saham.

Data statistik BEI yang dirilis pada Sabtu, 30 Mei 2026, menunjukkan bahwa mayoritas saham tersebut berasal dari sektor yang berbeda, mencerminkan tekanan jual yang merata di pasar. Para analis pun masih mencermati pergerakan indeks dan saham-saham berkapitalisasi kecil hingga menengah yang rentan terhadap aksi ambil untung investor.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags