Di tengah upaya penghematan energi dan efisiensi anggaran, wacana penebalan bantuan sosial mulai mengemuka. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa pembicaraan soal ini sudah dimulai oleh Presiden Prabowo Subianto.
Namun begitu, Gus Ipul menegaskan bahwa semuanya masih dalam tahap pembahasan. Keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.
"Ya kita tunggu saja kebijakan Presiden nanti, ya,"
ujarnya kepada para wartawan di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (13/4/2026). Suasana di lokasi terlihat cukup santai meski topik yang dibicarakan menyangkut hajat hidup banyak orang.
Melihat ke belakang, Gus Ipul mengingatkan ada preseden dari kebijakan tahun 2025. Kala itu, pemerintah justru melakukan penebalan bansos di pertengahan tahun, tepatnya pada Juni dan Juli.
"Tapi kalau belajar dari tahun lalu, Presiden itu ada kebijakan untuk memberikan penebalan bansos kepada para penerima manfaat. Itu di pertengahan tahun bulan Juni dan Juli,"
kata dia. Jadi, pola penyalurannya tidak selalu bisa ditebak di awal tahun.
Belum cukup sampai di situ. Menjelang akhir tahun 2025, pemerintah juga meluncurkan program BLT El Nino. Program ini secara signifikan memperlebar jangkauan penerima bantuan.
"Mungkin juga seperti tahun lalu, di akhir tahun Presiden meluncurkan BLT El Nino yang itu memperluas penerima manfaatnya yang sebelumnya 18 juta KPM diperbanyak alokasi penerima manfaatnya menjadi 35 juta KPM,"
jelas Gus Ipul. Angkanya hampir melonjak dua kali lipat, sebuah langkah yang cukup besar.
"Jadi itu kalau belajar dari tahun lalu. Nah apakah tahun ini seperti itu, kita tunggu kebijakan dari Bapak Presiden,"
tambahnya. Intinya, semua masih mungkin, tapi belum pasti.
Untuk tahun ini sendiri, Gus Ipul dengan tegas menyatakan belum ada keputusan final sama sekali. Apa yang terjadi sejauh ini baru sebatas obrolan awal dan simulasi yang digagas oleh Menko terkait. Masih jauh dari kata final.
"Kalau yang saya lihat ketika rapat dengan Menko sudah ada semacam pembahasan, ya belum keputusan. Baru simulasi-simulasi untuk memberikan semacam stimulus ekonomi, ya,"
ungkapnya.
Stimulus ekonomi yang sedang digodok itu sendiri, menurutnya, punya banyak bentuk. Opsi kebijakannya beragam. Bisa berupa penambahan nominal bansos, atau justru memperbanyak jumlah keluarga yang mendapat bantuan.
"Stimulus ekonomi itu macam-macam kebijakannya, salah satunya biasanya itu adalah penebalan atau juga penambahan penerima manfaat bansos. Sampai sekarang belum ada kebijakan, yang ada adalah baru skema atau semacam pembahasan-pembahasan tahap awal,"
papar Gus Ipul merinci. Jadi, semuanya masih mengambang. Masyarakatakat memang harus bersabar menunggu keputusan dari Istana.
Artikel Terkait
CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan pada 31 Mei 2026 karena Bertepatan dengan Hari Raya Waisak
Konflik Timur Tengah dan Rupiah Melemah, Biaya Perjalanan Haji dan Umrah Melonjak
Pemkot Makassar Bersihkan Area Kumuh di Bawah Tol Pettarani Usai Viral
Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Wajib di Seluruh Jenjang Sekolah Indonesia