Yang menarik, ada rencana pengembangan enam desain chip nasional. Enam rancangan ini akan menjadi intellectual property (IP) yang dipegang Indonesia.
"Enam ini merupakan IP, intellectual property, yang kita bisa pilih apakah satu untuk teknologi otomotif, kedua internet of things, ketiga terkait dengan data center, kemudian bisa juga tentang home appliances," papar Airlangga.
Dua desain lainnya, katanya, bisa diarahkan ke teknologi futuristik seperti kendaraan otonom atau komputasi kuantum. Pilihannya masih akan dibahas lebih lanjut dengan Danantara.
Tak cuma desain chip, ekosistem pengembangan perangkat lunak juga akan dibangun. Beberapa kampus ternama seperti ITB, UGM, dan UI sudah dipersiapkan hampir dua tahun terakhir untuk mendukung agenda ini. Nantinya, talenta lokal akan dilatih langsung oleh pelatih dari ekosistem Arm.
Ke depan, jalan masih panjang. Pengembangan generasi chip baru tentu membuka peluang investasi yang lebih besar, termasuk di lini manufaktur atau "printing" yang saat ini dikuasai segelintir perusahaan global. Pemerintah berharap, perusahaan-perusahaan global itu tertarik menanamkan modalnya di Indonesia, melengkapi ekosistem semikonduktor nasional yang sedang dibangun dari nol ini.
Jika semua berjalan sesuai rencana, transformasi dari konsumen menjadi produsen bernilai tambah tinggi bukan lagi sekadar wacana. Tapi itu cerita untuk tahun-tahun mendatang. Untuk sekarang, langkah pertama sudah diambil.
Artikel Terkait
Agrinas Klaim Hemat Rp46,5 Triliun dari Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Operasional Koperasi
Dirut Agrinas Bantah Langgar Aturan TKDN di Tengah Rencana Impor Mobil India
Bank Woori Saudara Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Strategi Kemitraan
China Larang Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Sebut Ancaman Keamanan Nasional