Indonesia dan Arm Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kuasai Teknologi Desain Chip

- Selasa, 24 Februari 2026 | 20:00 WIB
Indonesia dan Arm Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kuasai Teknologi Desain Chip

Di London, Inggris, pada Senin lalu, sebuah kesepakatan penting diteken. Badan Pengelola Investasi Danantara dan raksasa teknologi Arm Limited sepakat menjalin kerja sama strategis. Ini bukan sekadar nota kesepahaman biasa, melainkan langkah awal Indonesia untuk bermain serius di papan atas industri semikonduktor global.

Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, kolaborasi ini adalah langkah strategis. Targetnya jelas: menguasai teknologi semikonduktor. Arm sendiri bukan pemain sembarangan. Perusahaan ini mendominasi pasar desain chip, khususnya untuk data center dan kecerdasan buatan di sektor otomotif dunia.

"Arm merupakan salah satu perusahaan yang mendominasi pasar semikonduktor untuk sektor otomotif global, khususnya pada aspek desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan," jelas Airlangga dalam rilis tertulisnya, Selasa (24/2/2026).

Nantinya, kerja sama ini akan difokuskan untuk mendongkrak kapasitas dan kemandirian nasional. Semikonduktor, sebagai elemen dasar inovasi digital, menjadi prioritas utama. Pemerintah pun tak main-main, menggelontorkan dana awal senilai USD150 juta untuk membangun ekosistemnya.

"Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design," ujar Airlangga.

Ia menambahkan, rencana kerja samanya akan berlanjut hingga ke generasi chip berikutnya. Harapannya, Indonesia tak cuma jadi konsumen, tapi punya kemampuan nyata di bidang desain dan pengembangan semikonduktor.

Di sisi lain, kerja sama ini juga punya napas politik. Airlangga menyebut ini sebagai tindak lanjut langsung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian teknologi. Agenda ini diposisikan sejajar dengan pembangunan ketahanan pangan dan energi. Intinya, lompatan strategis.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar