WASHINGTON Akhirnya, mereka kembali. Empat astronaut misi Artemis 2 NASA mendarat dengan selamat di Bumi, Jumat (10/4/2026) waktu setempat. Perjalanan epik mereka telah usai. Ini bukan sekadar misi biasa, tapi yang pertama membawa manusia mengelilingi Bulan dalam kurun waktu lebih dari setengah abad.
Kapsul Orion yang membawa mereka Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch dari AS, dan Jeremy Hansen dari Kanada menyentuh permukaan Samudera Pasifik dengan lembut, dibantu parasut. Sebelumnya, kapsul itu menghujam atmosfer dengan kecepatan yang luar biasa. Pukul 17.07 waktu Pasifik, semuanya berakhir di lepas pantai California. Tim penyelamat sudah menunggu di sana, siap menjemput para penjelajah angkasa itu.
Setelah dievakuasi, para astronaut langsung menjalani pemeriksaan medis standar. Rencananya, mereka akan segera dibawa kembali ke markas besar NASA di Pusat Antariksa Johnson, Houston.
Perjalanan ini dimulai dari Florida, tepatnya dari Pusat Antariksa Kennedy, sekitar sepuluh hari yang lalu. Dan mereka berhasil memecahkan rekor: menjadi manusia yang pernah terbang paling jauh dari planet kita. Coba bayangkan.
Pesawat mereka sempat mengorbit di sisi jauh Bulan, wilayah yang selalu misterius. Di sana, berbagai peralatan diuji coba sebelum akhirnya memutar haluan pulang. Misi terakhir yang melakukan hal serupa? Itu adalah Apollo 17 di tahun 1972. Jadi, bisa dibilang, ini adalah sebuah kembalinya setelah jeda yang sangat panjang.
Di sisi lain, Artemis 2 sebenarnya adalah langkah persiapan. Misi ini adalah uji coba kritis untuk membuka jalan bagi pendaratan manusia berikutnya di Bulan, yang ditargetkan pada 2028 lewat misi Artemis 4. Jadi, ini baru babak pembuka.
Kini, pekerjaan para ahli justru dimulai. Mereka akan menguliti data dari misi ini, menganalisis setiap detail. Mulai dari kinerja perisai panas Orion yang harus tahan gesekan atmosfer, sistem navigasi, hingga teknologi pendukung kehidupan di dalam kapsul. Semua data itu akan menentukan kesuksesan langkah-langkah NASA selanjutnya.
Artikel Terkait
BNPB Mulai Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi Cegah Meluasnya Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut
China Kembali Borong Emas, Cadangan Bank Sentral Tembus 19 Bulan Berturut-turut
PLN EPI Targetkan Bio-CNG dari Limbah Sawit untuk Perkuat Transisi Energi
Pedagang Cilok Tewas Bersimbah Luka di Kontrakan Tangerang, Polisi Tangkap Ayah dan Anak sebagai Terduga Pelaku