Proyek Tanggul Raksasa Pantura Diperkirakan Tembus Rp1.684 Triliun

- Selasa, 24 Februari 2026 | 03:15 WIB
Proyek Tanggul Raksasa Pantura Diperkirakan Tembus Rp1.684 Triliun

Proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di Pantura Jawa ternyata butuh anggaran yang fantastis. Bayangkan saja, angkanya bisa mencapai 100 miliar dolar AS! Kalau dirupiahkan dengan kurs saat ini, itu setara dengan Rp1.684 triliun. Jumlah yang sulit dibayangkan, bukan?

Lalu, dari mana dananya? Rupanya, pemerintah tak mau menanggung beban ini sendirian. Menurut rencana, pembiayaan akan melibatkan APBN sekaligus membuka peluang bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Jadi, skemanya nanti akan campuran.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, mengonfirmasi hal ini. Ia ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan awal pekan ini.

"Secara keseluruhan, perkiraannya sekitar 80 sampai 100 miliar dolar AS. Kami sedang mendalami ini, tentu dengan mempertimbangkan keuntungan untuk Indonesia. Intinya, jangan sampai terlalu membebani pemerintah," ujar Didit.

Meski begitu, sampai detik ini belum ada satu pun investor yang benar-benar mengucurkan dananya. Realitanya masih sebatas wacana dan perencanaan. Namun begitu, BOPPJ sudah mulai memetakan wilayah prioritas. Pesisir Pantura akan jadi titik awal pembangunan tanggul raksasa ini.

"Kami tidak menggeneralisir semuanya harus pakai APBN atau harus pakai investor. Kami pelajari betul, area mana yang bisa dikerjakan oleh pihak dalam negeri sendiri, dan mana yang mungkin membutuhkan keterlibatan asing," jelasnya lagi.

Yang menarik, proyek ini dirancang bukan untuk jangka pendek. Didit menekankan, GSW dibangun dengan visi yang jauh ke depan. Bahkan, diharapkan bisa bertahan hingga 300 tahun ke depan! Makanya, soal pembiayaan dan eksekusi teknis harus ditangani dengan sangat hati-hati oleh semua pemangku kepentingan.

Wilayah cakupannya pun sangat luas. Rencananya, tanggul ini akan membentang sepanjang 535 kilometer, melintasi lima provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Cakupannya meliputi lima kota dan 25 kabupaten. Sebuah pekerjaan raksasa dalam arti yang sesungguhnya.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar