"Di situ kan problemnya yang memiliki stasiun itu adalah KAI. Sehingga dengan demikian apa yang kami lakukan di Cikini kemudian dibangun pelican cross, itu menyelesaikan persoalan yang ada di Cikini. Dan untuk Palmerah akan kami lakukan yang sama," jelas Gubernur.
Dampak Revitalisasi bagi Pedagang dan Angkutan
Revitalisasi menyeluruh yang direncanakan tidak hanya bertujuan memperbaiki akses pejalan kaki. Pramono menegaskan, penataan ini juga akan berdampak pada tertibnya operasi angkutan umum dan aktivitas perdagangan di sekitarnya. Dengan infrastruktur yang lebih baik, ruang publik diharapkan bisa berfungsi optimal.
"Termasuk pedagang, nantinya kalau itu sudah bisa dilakukan, maka orang tidak bisa terutama angkot dan sebagainya ngetem sembarangan," tambahnya.
Rencana penataan ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk menangani titik-titik rawan kemacetan dan ketidaktertiban secara sistematis, dengan belajar dari keberhasilan intervensi di lokasi lain. Keberhasilan di Cikini menjadi acuan untuk menciptakan solusi yang lebih manusiawi dan terintegrasi di Palmerah.
Artikel Terkait
Menteri ESDM: Kenaikan Harga Minyak ke USD100 Tak Perlebar Defisit APBN
Gapensi Desak Penyesuaian Harga Proyek Imbas Kenaikan Biaya Konstruksi
Menteri ESDM: Kenaikan Harga Minyak ke US$100 Tak Perlebar Defisit APBN
Seratus Personel Gabungan Basmi Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng