JAKARTA Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI, Jumat lalu, menghasilkan keputusan yang menggembirakan bagi para investor. Bank Rakyat Indonesia resmi akan membagikan dividen tunai yang jumlahnya fantastis: Rp52,1 triliun. Rapat yang digelar di Jakarta ini menjadi penegas atas kinerja solid perseroan sepanjang 2025.
Kalau dirinci per saham, nilainya mencapai Rp346. Angka ini sudah mencakup pembayaran dividen interim Rp137 per saham atau setara Rp20,6 triliun yang sebelumnya telah cair di tangan pemegang saham pada pertengahan Januari lalu.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar rutinitas. Menurutnya, ini adalah bukti nyata keberhasilan perusahaan dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus mengelola risiko dengan sangat baik.
“Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja Perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,”
ujar Hery dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).
Dasar penghitungannya merujuk pada laba bersih konsolidasian tahun 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yakni sebesar Rp56,65 triliun. Porsi yang besar ini sekaligus menegaskan posisi BRI sebagai kontributor utama bagi pendapatan negara.
“Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan peran Perseroan dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan,”
tambahnya.
Di sisi lain, RUPST tak cuma membahas dividen. Ada enam agenda lain yang dapat lampu hijau dari pemegang saham. Mereka menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku 2025, sekaligus memberikan pelunasan tanggung jawab kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris.
Kemudian, rapat juga memberi wewenang untuk menetapkan gaji, tunjangan, dan remunerasi kinerja bagi para petinggi tersebut. Tak ketinggalan, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun 2026 juga disahkan.
Ada pula pendelegasian wewenang untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan RKAP 2027. Laporan penggunaan dana dari obligasi berwawasan sosial berkelanjutan pun dibahas. Terakhir, pemegang saham menyetujui perubahan klasifikasi saham seri B milik negara menjadi Saham Seri A Dwiwarna, sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan terbaru.
Semua capaian ini, tentu saja, punya latar belakang. Fokus BRI pada pemberdayaan UMKM rupanya membuahkan hasil yang signifikan. Ditambah lagi, transformasi digital yang digencarkan dinilai sukses meningkatkan efisiensi biaya dan menjangkau lebih banyak nasabah hingga ke pelosok.
Dengan langkah ini, BRI kembali menegaskan reputasinya. Bukan cuma sebagai bank dengan fundamental kuat, tapi juga sebagai emiten yang peduli pada imbal hasil optimal bagi para investornya.
Artikel Terkait
BRI Salurkan 5.000 Lebih Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia saat Idul Adha
BEI Pindahkan GOTO dan BELI ke Papan Pengembangan, 26 Saham Naik Kelas ke Papan Utama
Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun saat Iduladha, Antam Terkoreksi ke Rp2,897 Juta per Gram
Chandra Asri Resmi Kelola Pelabuhan Cilegon Selama 56 Tahun