Imbasnya langsung dirasakan para turis. Di resor tepi pantai Sayulita yang biasanya tenang, para pengunjung mendapat peringatan mendesak untuk segera kembali ke kamar hotel masing-masing. Toko dan restoran pun banyak yang tutup, membuat sebagian wisatawan telantar dan kebingungan.
Peringatan resmi pun berdatangan. Departemen Luar Negeri AS lewat akun media sosial X meminta warganya yang berada di Jalisco termasuk Puerto Vallarta, Chapala, dan Guadalajara untuk tidak keluar rumah sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Peringatan serupa juga berlaku untuk beberapa wilayah di Tamaulipas, Michoacan, Guerrero, dan Nuevo Leon.
Di sisi lain, pemerintah Kanada tak kalah sigap. Mereka mengeluarkan peringatan perjalanan berisiko tinggi dan menyarankan warganya untuk menunda segala perjalanan yang tidak penting ke Meksiko.
Ini menunjukkan satu hal: konflik terkait kartel narkoba di Meksiko dampaknya sangat luas. Bisa mengacaukan jadwal penerbangan global dalam sekejap, memengaruhi turis yang bahkan tidak mengunjungi zona konflik, dan tentu saja, menjadi pertimbangan serius kebijakan luar negeri negara lain.
Ketika situasi darurat seperti ini meletus, maskapai punya protokol ketat. Mengalihkan atau membatalkan penerbangan adalah langkah standar untuk menghindari potensi bahaya, sekalipun ancamannya ada di darat. Keselamatan, bagaimanapun, adalah yang utama.
Artikel Terkait
BPOM Peringatkan Bahaya Penyalahgunaan Gas Tertawa, Bisa Picu Ketergantungan hingga Kematian
BCA Gelar Kuliah Umum dan Program Desa untuk Siapkan Generasi Muda Hadapi Tantangan Global
BPOM Resmi Larang Peredaran Bebas Gas Ketawa, Kini Berstatus Gas Medis
Transaksi QRIS Tumbuh 89%, Jumlah Pedagang Mikro Naik Dua Kali Lipat