Petani Perkuat Pasokan Sayur Jelang Ramadan di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem

- Senin, 23 Februari 2026 | 06:50 WIB
Petani Perkuat Pasokan Sayur Jelang Ramadan di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem

Sinergi Industri dan Penguatan Kapasitas Petani

Pendapat senada mengenai pentingnya inovasi dan pendampingan datang dari pelaku industri. Corporate Secretary PT East West Seed Indonesia (Ewindo), Faisal Reza, menyebutkan bahwa peran industri perbenihan melampaui sekadar penyediaan produk.

“Kami memastikan petani memiliki akses terhadap benih sayuran yang adaptif dan produktif, sekaligus memberikan edukasi yang sesuai dan aplikatif untuk mendapatkan hasil yang optimal dari benih berkualitas yang mereka tanam,” tuturnya.

Faisal menambahkan, benih yang tepat membantu petani merencanakan masa tanam dan panen secara lebih terukur, termasuk untuk menyambut periode permintaan tinggi. Namun, dia menekankan bahwa penguatan sistem pangan harus dilakukan secara holistik. “Ketahanan pangan nasional hanya bisa terwujud jika seluruh mata rantai mulai dari riset, industri, hingga petani saling terhubung dan saling menguatkan,” ujarnya.

Pengalaman Lapangan: Persiapan dan Harapan Petani

Di tingkat lapangan, petani sebenarnya telah memiliki ritme dan perhitungan tersendiri. Didin Silahudin, petani sayur dari Cianjur, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi Ramadan bukanlah hal baru. Pola tanam telah diatur agar masa panen jatuh pada bulan puasa.

“Kami dari jauh-jauh hari sudah membuat pola tanam dimana panen direncanakan untuk di bulan puasa. Umumnya untuk hari-hari besar seperti lebaran biasanya permintaan lebih tinggi,” kata petani berpengalaman puluhan tahun itu.

Harapan untuk dukungan yang lebih konkret disampaikan oleh Yustam, petani dari Pati, Jawa Tengah. Meski memahami pola permintaan, ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga jual hasil panen. Selain itu, ketersediaan sarana produksi seperti pupuk, benih, serta teknologi pertanian yang memadai menjadi harapan besar para petani di tengah cuaca yang tak menentu.

"Kami berharap Pemerintah bisa menjaga agar harga jual hasil panen dapat stabil. Demikian juga dengan ketersediaan sarana produksi, seperti pupuk dan benih serta teknologi pertanian seperti alat mesin pertanian supaya kami lebih efektif dan efisien dalam produksi,” pungkas Yustam.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar