Menyambut Ramadan dan Lebaran 2026, pengelola mal di Indonesia ternyata masih punya keyakinan tinggi. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memproyeksikan kenaikan transaksi, meski belakangan ramai dibicarakan soal fenomena pengunjung yang cuma lihat-lihat atau banyak tanya tapi jarang beli.
Agung Gunawan, Ketua Bidang Program Promosi DPP APPBI, mengaku tak terlalu khawatir. Menurutnya, fenomena yang kini dikenal dengan istilah kocak ‘Rojali’ (Rombongan Jarang Beli) dan ‘Rohana’ (Rombongan Hanya Nanya) itu sebenarnya bukan hal baru.
“Sebetulnya kalau kita melihat kata Rojali, Rohana, itu dari dulu juga sudah ada,” ujar Agung saat ditemui di Kota Kasablanka, Jumat (13/2/2026).
“Jadi buat kami fenomena Rojali, Rohana itu tidak terlalu signifikan karena pembelanjaan di mal itu masih tetap ada.”
Baginya, ini hanyalah istilah baru untuk kebiasaan lama yang dulu disebut window shopping. Tidak semua orang datang ke mall memang untuk belanja. Banyak yang sekadar janjian, cari tempat makan, atau menghabiskan waktu.
Di sisi lain, APPBI justru melihat peluang besar di bulan puasa. Mereka optimistis transaksi di pusat perbelanjaan bisa melonjak 10-15 persen dibanding bulan-bulan biasa. Optimisme ini punya alasan.
Artikel Terkait
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai Tiga Orang dan Rusakkan Puluhan Rumah
Menpar Akui Dampak Konflik Timur Tengah, Kerugian Pariwisata Capai Rp2,04 Triliun
Menpar Genjot Strategi Pivot Pasar Wisata Hadapi Tekanan Global
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas dalam Plastik, Pesan Tolong Dimakamkan Anakku Syalwa Tertempel