Seluruh 23 Penumpang dan Kru KM Hinaya Dievakuasi Selamat Usai Kapal Mati Mesin di Perairan Labuan Bajo

- Rabu, 13 Mei 2026 | 20:26 WIB
Seluruh 23 Penumpang dan Kru KM Hinaya Dievakuasi Selamat Usai Kapal Mati Mesin di Perairan Labuan Bajo

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh penumpang dan kru KM Hinaya yang mengalami mati mesin dan terombang-ambing di perairan antara Pulau Batu Tiga dan Pulau Siaba, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (13/5/2026). Sebanyak 23 orang yang terdiri atas 20 penumpang dan tiga kru kapal berhasil diselamatkan tanpa mengalami luka berarti.

Kapal penumpang tersebut sebelumnya bertolak dari Pulau Komodo menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo sekitar pukul 14.00 WITA. Namun, saat melintas di perairan antara Pulau Batu Tiga dan Pulau Siaba, kapal tiba-tiba kehilangan tenaga mesin dan dihantam gelombang tinggi hingga terombang-ambing di tengah laut. Kepanikan sempat melanda para penumpang karena kapal tidak mampu melanjutkan perjalanan di tengah kondisi perairan yang tidak bersahabat.

Kepala Kantor SAR Maumere yang juga menjabat sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. “Kapal itu mengalami mati mesin. Para korban berhasil dievakuasi, jumlah semuanya 23 orang terdiri atas 20 penumpang dan tiga kru kapal,” ujarnya pada Rabu (13/5/2026).

Setelah menerima laporan kejadian, tim SAR gabungan segera diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan. Di tengah perjalanan, tim menerima informasi dari potensi SAR PT Palma Hijau Cemerlang (PHC) bahwa sebagian penumpang telah berhasil diselamatkan lebih dulu. Sebanyak delapan penumpang dievakuasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik tim PHC Labuan Bajo. Sementara itu, dua belas penumpang lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal Raja Manta yang kebetulan sedang berlayar di sekitar lokasi kejadian. Seluruh penumpang kemudian dievakuasi kembali menuju Pelabuhan Komodo dalam kondisi aman.

Operasi penyelamatan ini menjadi bukti nyata sinergi kemanusiaan antarunsur SAR di kawasan wisata Labuan Bajo. Respons cepat dari tim PHC Labuan Bajo dan kru kapal Raja Manta dinilai sangat membantu proses evakuasi sebelum kondisi cuaca semakin memburuk. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meskipun peristiwa itu sempat membuat panik para penumpang karena kapal terombang-ambing diterjang gelombang tinggi di tengah laut.

Pihak SAR mengimbau seluruh operator kapal wisata maupun angkutan penumpang agar rutin melakukan pemeriksaan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum berlayar. Langkah ini dinilai krusial untuk menghindari terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar