Lebih dari 220 Kg Ikan Sapu-Sapu Ditangkap dalam Aksi Bersih-Bersih Situ Citatah Bogor

- Kamis, 21 Mei 2026 | 10:40 WIB
Lebih dari 220 Kg Ikan Sapu-Sapu Ditangkap dalam Aksi Bersih-Bersih Situ Citatah Bogor

Lebih dari 220 kilogram ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dari perairan Situ Citatah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam sebuah aksi bersih-bersih yang digelar oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat bersama masyarakat. Operasi pembersihan yang berlangsung hanya dalam waktu satu hingga dua jam itu menjadi bagian dari upaya pengendalian spesies invasif yang mengancam keseimbangan ekosistem perairan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan bahwa ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang populasinya perlu dikendalikan secara ketat. Menurutnya, jika dibiarkan berkembang tanpa kendali, ikan tersebut dapat merusak ekosistem dasar sungai dan mengganggu habitat alami biota air lainnya.

“Ikan sapu-sapu memang harus dikontrol. Kalau membludak, dia bisa merusak ekosistem di dasar sungai,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Selain menangkap ribuan ekor ikan sapu-sapu, sebanyak 30 liter eco enzyme turut disebar ke perairan tersebut. Bupati menjelaskan bahwa cairan hasil fermentasi organik itu berfungsi membantu mempercepat penguraian zat-zat berbahaya yang terlarut dalam air sungai.

Di sisi lain, sebanyak 5.000 bibit ikan lokal juga ditebar ke aliran sungai yang telah disiapkan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan setelah spesies invasif berhasil dikurangi populasinya.

Kegiatan bersih-bersih itu tidak hanya menyasar pengendalian spesies invasif, tetapi juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan secara langsung. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa sedimentasi di dasar sungai cukup tinggi dan volume sampah yang menumpuk masih menjadi persoalan serius.

“Kita ingin memastikan langsung kondisi di lapangan. Ternyata sedimentasinya cukup tinggi, sampah juga cukup banyak. Kalau sedimentasi bisa diatasi, maka potensi banjir tentunya akan berkurang,” jelas Rudy.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin terdorong untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar, khususnya di kawasan perairan yang menjadi sumber kehidupan warga.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar