KOI Kritik Perubahan Format Sepak Bola Asian Games 2026 yang Minim Sosialisasi

- Jumat, 20 Februari 2026 | 19:30 WIB
KOI Kritik Perubahan Format Sepak Bola Asian Games 2026 yang Minim Sosialisasi

“Nah, apakah ini diambil karena ketidakmampuan Nagoya sebagai tuan rumah, itu hal yang lain. Tetapi, sosialisasinya itu harus sampai sama kami dan itu harus fair,” ujarnya.

“Karena yang paling utama, kami ingatkan juga kepada mereka fanbase sepakbola itu yang paling besar dari semua cabang olahraga yang ada di Asian Games. Kami terus melakukan komunikasi,” lanjut Okto menegaskan.

Upaya Diplomasi Berlanjut

Meski belum ada kepastian resmi dan PSSI pun belum menerima surat konfirmasi, KOI terus menggalang komunikasi. Okto berharap dialog yang telah dijalin dengan pimpinan OCA dapat membuahkan hasil yang lebih inklusif bagi seluruh negara anggota.

“Kami terima kasih Pak Menpora kemarin dukungannya, sehingga komunikasi yang kami lakukan kepada pihak OCA secara langsung melalui Presidennya, itu mudah-mudahan akan memiliki dampak terhadap kebijakan yang akan nanti diambil,” jelasnya.

Upaya ini tidak hanya dilakukan sendiri. KOI berkoordinasi dengan federasi sepak bola negara-negara Asia lainnya untuk menyuarakan kepentingan bersama.

“Yang pasti, tuan rumah itu tidak boleh semena-mena. Jadi banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dilihat dan kami akan terus menyuarakan. Bukan hanya dengan PSSI, tetapi juga dengan federasi sepakbola lainnya yang ada di Asia,” pungkas Ketua KOI itu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar