“Nah, apakah ini diambil karena ketidakmampuan Nagoya sebagai tuan rumah, itu hal yang lain. Tetapi, sosialisasinya itu harus sampai sama kami dan itu harus fair,” ujarnya.
“Karena yang paling utama, kami ingatkan juga kepada mereka fanbase sepakbola itu yang paling besar dari semua cabang olahraga yang ada di Asian Games. Kami terus melakukan komunikasi,” lanjut Okto menegaskan.
Upaya Diplomasi Berlanjut
Meski belum ada kepastian resmi dan PSSI pun belum menerima surat konfirmasi, KOI terus menggalang komunikasi. Okto berharap dialog yang telah dijalin dengan pimpinan OCA dapat membuahkan hasil yang lebih inklusif bagi seluruh negara anggota.
“Kami terima kasih Pak Menpora kemarin dukungannya, sehingga komunikasi yang kami lakukan kepada pihak OCA secara langsung melalui Presidennya, itu mudah-mudahan akan memiliki dampak terhadap kebijakan yang akan nanti diambil,” jelasnya.
Upaya ini tidak hanya dilakukan sendiri. KOI berkoordinasi dengan federasi sepak bola negara-negara Asia lainnya untuk menyuarakan kepentingan bersama.
“Yang pasti, tuan rumah itu tidak boleh semena-mena. Jadi banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dilihat dan kami akan terus menyuarakan. Bukan hanya dengan PSSI, tetapi juga dengan federasi sepakbola lainnya yang ada di Asia,” pungkas Ketua KOI itu.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Lahan Strategis untuk Perumahan Rakyat
Wali Kota Bima Turun Tangan Mediasi Polemik Dapodik Siswa Kelas VI
Ramalan Keuangan Aries 7 April 2026: Pemasukan Stabil, Waspada Pengeluaran Impulsif
Kejagung Periksa Empat Jaksa Terkait Kasus Mark-Up Videografer Amsal Sitepu