KOI Kritik Perubahan Format Sepak Bola Asian Games 2026 yang Minim Sosialisasi

- Jumat, 20 Februari 2026 | 19:30 WIB
KOI Kritik Perubahan Format Sepak Bola Asian Games 2026 yang Minim Sosialisasi

MURIANETWORK.COM - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, mengklarifikasi kabar absennya Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2026. Pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA) menyikapi rencana perubahan format kualifikasi cabang sepak bola yang dinilai tidak biasa dan minim sosialisasi.

Kejanggalan Format Tanpa Kualifikasi

Beredarnya kabar absennya Garuda Muda dari ajang multievent terbesar Asia itu bermula dari perubahan format yang digagas OCA bersama Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Menurut format baru, hanya 16 tim yang lolos ke Piala Asia U-23 2026 yang berhak tampil di Asian Games Nagoya. Indonesia sendiri gagal melangkah ke turnamen kualifikasi tersebut.

Namun, Raja Sapta Oktohari menyoroti adanya kejanggalan mendasar. Dalam pertemuan dengan awak media di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (20/2/2026), ia menegaskan bahwa pola seperti ini menyimpang dari tradisi.

“Secara informal saya laporkan sama Menpora bahwa kami, NOC, sudah menyikapi apa yang dilakukan oleh OCA. Kalau sepakbola ternyata dilakukan proses grading tanpa kualifikasi, ini kan tidak biasa. Biasanya di Asian Games itu kan semuanya ikut,” tuturnya.

Sosialisasi Minim dan Daya Tarik Penonton

Okto, sapaan akrabnya, juga mengkritik minimnya sosialisasi dari OCA mengenai perubahan kebijakan ini. Ia menilai pembatasan partisipasi justru terjadi pada cabang olahraga yang memiliki basis penggemar paling luas, yang dapat mempengaruhi atmosfer penyelenggaraan.

“Nah, apakah ini diambil karena ketidakmampuan Nagoya sebagai tuan rumah, itu hal yang lain. Tetapi, sosialisasinya itu harus sampai sama kami dan itu harus fair,” ujarnya.

“Karena yang paling utama, kami ingatkan juga kepada mereka fanbase sepakbola itu yang paling besar dari semua cabang olahraga yang ada di Asian Games. Kami terus melakukan komunikasi,” lanjut Okto menegaskan.

Upaya Diplomasi Berlanjut

Meski belum ada kepastian resmi dan PSSI pun belum menerima surat konfirmasi, KOI terus menggalang komunikasi. Okto berharap dialog yang telah dijalin dengan pimpinan OCA dapat membuahkan hasil yang lebih inklusif bagi seluruh negara anggota.

“Kami terima kasih Pak Menpora kemarin dukungannya, sehingga komunikasi yang kami lakukan kepada pihak OCA secara langsung melalui Presidennya, itu mudah-mudahan akan memiliki dampak terhadap kebijakan yang akan nanti diambil,” jelasnya.

Upaya ini tidak hanya dilakukan sendiri. KOI berkoordinasi dengan federasi sepak bola negara-negara Asia lainnya untuk menyuarakan kepentingan bersama.

“Yang pasti, tuan rumah itu tidak boleh semena-mena. Jadi banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dilihat dan kami akan terus menyuarakan. Bukan hanya dengan PSSI, tetapi juga dengan federasi sepakbola lainnya yang ada di Asia,” pungkas Ketua KOI itu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar