Kalau dilihat sebarannya, Jakarta Selatan jadi wilayah yang paling parah terdampak. Ada 90 RT yang terendam di sini. Sementara di Jakarta Barat, 33 RT dilaporkan tergenang.
Di Jakarta Barat, wilayah seperti Kedaung Kali Angke dan Rawa Buaya paling menderita. Ketinggian air di sana mencapai 80 cm, dipicu luapan Kali Angke dan hujan yang tak henti. Kawasan Kedoya Selatan juga tak kalah parah, dengan genangan setinggi 80 cm.
Jakarta Selatan situasinya lebih kompleks lagi. Petogogan jadi titik terparah dengan 39 RT terendam dan air setinggi 80 cm. Pondok Pinang dan Petukangan Utara juga mengkhawatirkan, dengan ketinggian air masing-masing mencapai 90 cm dan 1 meter. Penyebabnya beragam, mulai dari luapan Kali Krukut, Ciliwung, Pesanggrahan, hingga Kali Uangan.
Selain permukiman, lalu lintas pun terganggu. Sembilan ruas jalan terpaksa dilalui dengan hati-hati karena tergenang. Beberapa titik kritis antara lain Jl. Puri Kembangan di Kedoya Selatan (60 cm), Jl. Daan Mogot di Rawa Buaya (40 cm), dan Jl. Pondok Karya di Pela Mampang (60 cm).
Semua ini adalah bukti betapa kota ini masih sangat rentan saat dilanda hujan dengan intensitas tinggi. Upaya penyedotan dan normalisasi terus dilakukan. Tapi bagi warga yang rumahnya kebanjiran, yang dibutuhkan adalah hasil yang konkret: air surut dan kehidupan kembali normal.
Artikel Terkait
Tito Karnavian: Rehabilitasi Pascabencana Sumatra Ditargetkan Tuntas dalam Tiga Tahun
Menteri HAM Janjikan Penguatan Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Lagu dalam RUU Hak Cipta
Idrus Marham Peringatkan Bahaya Narasi Provokatif bagi Stabilitas Nasional
West Ham Pertimbangkan Lapor FIFA Usai Wan-Bissaka Telat dari Perayaan Kongo