Di sisi lain, ada sedikit angin segar dari Wakil Presiden JD Vance. Menurutnya, putaran kedua pembicaraan di Jenewa awal pekan ini menunjukkan beberapa kemajuan. Tanda-tandanya positif, katanya. Namun begitu, Vance mengakui bahwa sejumlah tuntutan utama Amerika masih belum dipenuhi oleh pihak Iran. Rupanya, jalan menuju meja perjanjian masih berliku.
Sementara diplomasi berjalan, postur militer AS tampaknya sengaja diperlihatkan. Kapal induk USS Gerald R Ford dilaporkan sudah mendekati Gibraltar sejak Rabu. Belum lagi USS Abraham Lincoln yang sebelumnya sudah berada di perairan tak jauh dari Iran. Kehadiran mereka seperti pengingat diam-diam atas tenggat waktu yang diberikan Trump.
Suasana kini menegang. Iran dihadapkan pada pilihan: berunding dengan serius, atau menghadapi kemungkinan yang, menurut Trump, "tidak baik". Hitungan mundur sepuluh hari telah dimulai.
Artikel Terkait
Danantara Jelaskan Alasan Mayoritas Operator PLTSa Berasal dari China
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia
Pertamina Siapkan Strategi Lima Pilar Hadapi Gejolak Energi Global 2026
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global