MURIANETWORK.COM - Militer Amerika Serikat dilaporkan telah menyiapkan sumber daya tempur yang signifikan di Timur Tengah dan siap melancarkan serangan terhadap Iran dalam waktu dekat, bahkan berpotensi pada akhir pekan ini. Meski demikian, keputusan akhir untuk menyerang masih berada di tangan Presiden Donald Trump, yang hingga kini belum memberikan lampu hijau. Situasi ini memuncak di tengah tekanan AS agar Iran menghentikan program nuklirnya, dengan ancaman penggunaan kekuatan militer jika perundingan gagal.
Kesiapan Tempur dan Tenggat Waktu
Beberapa media terkemuka di AS, termasuk New York Times, CBS News, dan CNN, melaporkan bahwa militer AS telah mengumpulkan kekuatan udara dan laut yang memadai di kawasan tersebut untuk memulai operasi dalam hitungan hari. Laporan ini semakin menguat dengan adanya tenggat waktu internal. Reuters, yang mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak ingin disebutkan namanya, menyebutkan bahwa seluruh pasukan yang ditempatkan di Timur Tengah diperintahkan untuk siap siaga pada pertengahan Maret.
Kesiapan ini terlihat nyata dengan posisi dua grup kapal induk AS. USS Abraham Lincoln beserta armadanya telah berada di wilayah tersebut, sementara USS Gerald Ford, kapal induk termutakhir AS, sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah dan pada Rabu lalu tercatat berada di lepas pantai Afrika Barat.
Kebijakan dan Peringatan dari Gedung Putih
Di tengah ketegangan yang meningkat, Gedung Putih tampak menjaga ketegangan diplomatik. Dalam sebuah konferensi pers, Sekretaris Pers Karoline Leavitt menghindari untuk menjawab pertanyaan spesifik mengenai batas waktu yang diberikan kepada Iran. Namun, pernyataannya mengandung peringatan yang jelas.
Artikel Terkait
Menteri HAM Janjikan Penguatan Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Lagu dalam RUU Hak Cipta
Idrus Marham Peringatkan Bahaya Narasi Provokatif bagi Stabilitas Nasional
West Ham Pertimbangkan Lapor FIFA Usai Wan-Bissaka Telat dari Perayaan Kongo
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun